Apr 25, 2025

10 Aplikasi Belajar Bahasa Inggris untuk Anak Terbaik di 2025 (Seru dan Efektif)

10 Aplikasi Belajar Bahasa Inggris untuk Anak Terbaik di 2025 (Seru dan Efektif) image

Di era digital saat ini, banyak orang tua mulai memanfaatkan teknologi untuk mendukung pendidikan anak mereka. Jika kamu sedang mencari aplikasi untuk anak belajar Bahasa Inggris, kamu berada di tempat yang tepat. Aplikasi yang tepat dapat membantu anak membangun kosa kata, meningkatkan pelafalan, dan memahami tata bahasa, semuanya sambil bermain lewat game interaktif, lagu, dan cerita.

Artikel ini merangkum 10 aplikasi belajar Bahasa Inggris untuk anak terbaik di tahun 2025. Baik anakmu baru mulai belajar, maupun ingin meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, aplikasi-aplikasi ini menawarkan cara belajar yang menarik, baik di rumah maupun saat bepergian.

10 Aplikasi Belajar Bahasa Inggris Untuk Anak Terbaik di 2025 (Seru dan Efektif)

1. Duolingo Kids

Mengapa bagus: Duolingo Kids menyederhanakan pembelajaran Bahasa Inggris lewat pelajaran kecil yang dikemas seperti permainan. Desainnya yang penuh warna dan sistem hadiah membuat anak semangat belajar.

Fitur Unggulan:

  • Latihan kosa kata dengan ilustrasi menarik
  • Audio untuk membantu pelafalan
  • Laporan perkembangan untuk orang tua

Cocok untuk: Anak usia 4 hingga 10 tahun yang senang belajar lewat permainan.

2. Lingokids – Playlearning App

Mengapa bagus: Lingokids menawarkan pengalaman belajar Bahasa Inggris yang lengkap, mulai dari permainan, lagu, hingga video interaktif yang mencakup tata bahasa, kosa kata, dan percakapan.

Fitur Unggulan:

  • Sistem belajar adaptif sesuai kemampuan anak
  • Konten bisa diunduh untuk belajar offline
  • Laporan perkembangan mingguan untuk orang tua

Cocok untuk: Anak usia pra-sekolah hingga sekolah dasar yang suka belajar sambil bermain.

3. Endless Alphabet

Mengapa bagus: Aplikasi ini menggunakan monster lucu dan animasi untuk memperkenalkan kata-kata Bahasa Inggris secara menyenangkan. Cocok untuk membangun kosa kata dan literasi dasar.

Fitur Unggulan:

  • Teka-teki kata dengan animasi
  • Narasi suara yang jelas
  • Tanpa iklan dan gangguan

Cocok untuk: Balita dan anak kecil yang baru mulai belajar lewat aplikasi.

4. ABCmouse

Mengapa bagus: ABCmouse menawarkan kurikulum lengkap termasuk membaca, fonik, dan tata bahasa. Ribuan aktivitas membuat anak tetap tertarik belajar.

Fitur Unggulan:

  • Jalur pembelajaran yang terstruktur
  • Ratusan buku cerita dalam Bahasa Inggris
  • Sistem penghargaan untuk motivasi belajar

Cocok untuk: Anak usia 2 hingga 8 tahun yang butuh aplikasi pembelajaran yang menyeluruh.

5. Fun English by Studycat

Mengapa bagus: Aplikasi ini menggabungkan lagu dan permainan untuk mengajarkan kosa kata, frasa, dan struktur kalimat. Menyenangkan dan cocok untuk pemula maupun anak bilingual.

Fitur Unggulan:

  • Latihan berbicara dengan pengenalan suara
  • Permainan dengan tema angka, warna, dan hewan
  • Navigasi mudah untuk anak-anak

Cocok untuk: Anak yang ingin belajar Bahasa Inggris dalam suasana bermain.

6. Reading Eggs

Mengapa bagus: Fokus pada membaca dan pemahaman, Reading Eggs menawarkan pelajaran berbasis fonik untuk meningkatkan kosa kata dan kelancaran membaca.

Fitur Unggulan:

  • Permainan membaca interaktif
  • Buku cerita Bahasa Inggris
  • Tingkat kesulitan yang dapat disesuaikan

Cocok untuk: Pembaca pemula yang ingin meningkatkan kemampuan memahami Bahasa Inggris.

7. Khan Academy Kids

Mengapa bagus: Aplikasi gratis ini mencakup pelajaran membaca Bahasa Inggris serta matematika, logika, dan pengembangan sosial-emosional. Karakter lucu membimbing anak lewat cerita dan permainan interaktif.

Fitur Unggulan:

  • Konten edukatif berkualitas tinggi
  • Alat pembelajaran kreatif
  • Sepenuhnya gratis dan tanpa iklan

Cocok untuk: Orang tua yang mencari aplikasi gratis namun berkualitas untuk anak belajar Bahasa Inggris.

8. Monkey Stories

aplikasi belajar bahasa inggris untuk anak

Mengapa bagus: Monkey Stories menawarkan ribuan cerita animasi berbahasa Inggris. Anak bisa mengikuti teks sambil mendengarkan narasi, meningkatkan kemampuan mendengar dan membaca.

Fitur Unggulan:

  • Lebih dari 1.000 buku dan cerita
  • Mode membaca interaktif
  • Target belajar harian

Cocok untuk: Anak yang senang belajar lewat dongeng dan cerita.

9. Speakia

Mengapa bagus: Speakia fokus pada kemampuan berbicara dan percakapan Bahasa Inggris. Menggunakan teknologi AI untuk mensimulasikan dialog dan membantu anak berbicara lebih percaya diri.

Fitur Unggulan:

  • Latihan berbicara dengan umpan balik langsung
  • Simulasi percakapan kehidupan nyata
  • Pemantauan kemajuan belajar

Cocok untuk: Anak yang butuh latihan berbicara dan mendengar lebih banyak.

10. Hello English Kids

aplikasi belajar bahasa inggris untuk anak

Mengapa bagus: Hello English Kids menawarkan pelajaran kosa kata, struktur kalimat, dan percakapan sehari-hari. Desainnya ramah anak dan mudah digunakan.

Fitur Unggulan:

  • Permainan dan video interaktif
  • Tes dan kartu belajar Bahasa Inggris
  • Antarmuka yang ramah anak

Cocok untuk: Pemula yang mencari aplikasi belajar Bahasa Inggris untuk anak yang sederhana dan efektif.

Tips Memilih Aplikasi Belajar Bahasa Inggris untuk Anak

Memilih aplikasi terbaik tergantung pada:

  • Usia dan tingkat kemampuan anak: Pastikan kontennya sesuai usia.
  • Gaya belajar anak: Beberapa anak suka cerita, sementara yang lain lebih senang bermain atau visual.
  • Durasi layar: Pilih aplikasi yang bebas iklan dan mendorong sesi belajar singkat tapi produktif.

Pilih juga aplikasi yang menyediakan akses offline dan laporan perkembangan agar orang tua tetap bisa memantau.

Penutup

Ada banyak aplikasi belajar Bahasa Inggris untuk anak yang luar biasa. Namun, yang terpenting adalah menemukan aplikasi yang sesuai dengan minat dan kecepatan belajar anak. Dari aplikasi cerita hingga platform pembelajaran lengkap, sepuluh aplikasi di atas menawarkan pendekatan yang seru dan efektif untuk menguasai Bahasa Inggris.

 Image

Jika anakmu senang belajar dengan bantuan teknologi, yuk lanjutkan langkah positif ini lewat kelas coding online di Timedoor Academy. Sambil mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris, belajar coding juga dapat membantu anak mengasah logika, kreativitas, dan pemecahan masalah. Semua ini merupakan bekal penting di era digital saat ini.

Coba kelas coding gratis di Timedoor Academy dan bantu anakmu siap menghadapi masa depan.

Artikel Lainnya

16 Best! Sekolah Swasta dan Internasional di Pontianak – Biaya, Kurikulum, dan Alamat
16 Best! Sekolah Swasta dan Internasional di Pontianak – Biaya, Kurikulum, dan Alamat
Pontianak, ibu kota Kalimantan Barat yang menawarkan berbagai pilihan sekolah  kualitas tinggi bagi putra-putri kita. Sekolah swasta dan internasional di Pontianak telah memiliki kurikulum yang komprehensif, suasana belajar yang inspiratif, dan fasilitas modern, dengan institusi pendidikan yang fokus pada keunggulan akademis dan pembentukan karakter untuk mempersiapkan anak Anda meraih kesuksesan. Bagi Anda yang menginginkan pendidikan terbaik, Pontianak menyediakan banyak pilihan sekolah-sekolah swasta dan internasional di Pontianak yang berkualitas. Kami telah menyiapkan informasi penting untuk membantu Anda membuat keputusan, termasuk lokasi, kurikulum, dan perkiraan biaya dari pendaftaran hingga kelulusan. Temukan daftar sekolah terkini 2024 di sini dan pilih yang terbaik untuk masa depan anak Anda di Kota Pontianak. SD: Sekolah Swasta dan Internasional di Pontianak Kinderfield School Pontianak Alamat: Jl. Purnama Madya No.27, Akcaya, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78113 Kurikulum: Merdeka Silahkan hubungi pihak sekolah secara langsung untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait biaya, fasilitas, dan lain-lain melalui website disini. Stella Maris School Pontianak Sumber: Reny IndPrastiwi (Google Maps) Alamat: Jl. MT Haryono, Akcaya, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78113 Kurikulum: Cambridge Biaya: Biaya Pendaftaran: Rp 12,000,000 SPP: Rp 1,200,000/bulan Uang Kegiatan: Ro 2,311,000/tahun Buku Paket: Rp 1,845,000 Seragam: Rp  Laki-laki: Rp 696,000 Perempuan: Rp 640,000 Pelita Cemerlang School Sumber: Juli Arif Ew (Google Maps) Alamat: Jl. Perdana No.8, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78124 Kurikulum: Merdeka Silahkan hubungi pihak sekolah secara langsung untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait biaya, fasilitas, dan lain-lain melalui website disini. Sekolah Tunas Bangsa Sumber: Sekolah Tunas Bangsa (Google Maps) Alamat: Jl. Ahmad Yani II, Sungai Raya, Kec. Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat 78391 Kurikulum: IB PYP Biaya: Biaya Pendaftaran: Rp 12,500,000 Test Masuk: Rp 250,000 Seragam: Rp 1,640,000 SPP: Rp 2,250,000/bulan Biaya Lab Science: Rp 110,000 SD Kristen Immanuel Pontianak Alamat: Jl. Sisingamangaraja XII No.123, Darat Sekip, Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243 Kurikulum: Merdeka Biaya: Biaya Pendaftaran: Rp 6,500,000 SPP: Rp 690,000 Biaya Admin: Rp 100,000 Asuransi: Rp 30,000 Seragam: Rp 1,750,000 - Rp 2,000,000 Baca Juga Artikel Lainnya: 20 Best! Sekolah Swasta dan Internasional di Jambi – Biaya, Kurikulum, dan Alamat Implementing Face Detection with Flutter: Enhancing Security and User Experience SMP: Sekolah Swasta dan Internasional di Pontianak Kinderfield School Pontianak Alamat: Jl. Purnama Madya No.27, Akcaya, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78113 Kurikulum: Merdeka Silahkan hubungi pihak sekolah secara langsung untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait biaya, fasilitas, dan lain-lain melalui website disini. Sekolah Adicita Mulia Sumber: Tony Wong (Google Maps) Alamat: Jl. Dr. Sutomo No.8, Sungai Bangkong, Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78113 Kurikulum: Merdeka Biaya: Biaya Pendaftaran: Rp 12,500,000 SPP: Rp 1,200,000/bulan Biaya Kegiatan: Rp 1,900,000/tahun Biaya Seragam: Rp 1,600,000 Biaya Materai: Rp 10,000 Pelita Cemerlang School Sumber: Tnt Share (Google Maps) Alamat: Jl. Perdana No.8, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78124 Kurikulum: Merdeka Silahkan hubungi pihak sekolah secara langsung untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait biaya, fasilitas, dan lain-lain melalui website disini. Sekolah Tunas Bangsa Sumber: Sekolah Tunas Bangsa (Google Maps) Alamat: Jl. Ahmad Yani II, Sungai Raya, Kec. Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat 78391 Kurikulum: Cambridge Biaya: Biaya Pendaftaran: Rp 19,800,000 Test Masuk: Rp 250,000 Seragam: Rp 1,240,000 SPP: Rp 2,050,000/bulan SMP Bruder Sumber: Patas (Google Maps) Alamat: Jl. Arif Rahman Hakim No.92, Darat Sekip, Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243 Kurikulum: Merdeka Silahkan hubungi pihak sekolah secara langsung untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait biaya, fasilitas, dan lain-lain melalui website disini. SMA: Sekolah Swasta dan Internasional di Pontianak SMA Katolik Santu Petrus Sumber: Mikael G. Zen (Google Maps) Alamat: Jl. Karel Satsuit Tubun No.3, Akcaya, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78116 Kurikulum: Kurikulum 2013 Biaya: Biaya Pendaftaran: Rp 10,500,000 Pelita Cemerlang School Sumber: Pelita Cemerlang School (Google Maps) Alamat: Jl. Perdana No.8, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78124 Kurikulum: Merdeka Silahkan hubungi pihak sekolah secara langsung untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait biaya, fasilitas, dan lain-lain melalui website disini. Sekolah Tunas Bangsa Sumber: Cekkausa San (Google Maps) Alamat: Jl. Ahmad Yani II, Sungai Raya, Kec. Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat 78391 Kurikulum: Cambridge Biaya: Biaya Pendaftaran: Rp 12,500,000 Test Masuk: Rp 250,000 Seragam: Rp 1,640,000 SPP: Rp 2,250,000/bulan Biaya Lab Science: Rp 110,000 SMA Mujahidin Pontianak Alamat: Jl. Jenderal Ahmad Yani Komplek Masjid Raya Mujahidin, Akcaya, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat Kurikulum: Merdeka Silahkan hubungi pihak sekolah secara langsung untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait biaya, fasilitas, dan lain-lain melalui website disini. SMA Islam Al Azhar 10 Pontianak Sumber: Moh Pandoyo (Google Maps) Alamat: Jl. Jenderal Ahmad Yani, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78115 Kurikulum: Nasional dan Pengembangan Pribadi Muslim (KP2M) Biaya: Biaya Uang Pendaftaran: Rp 250,000 Uang Iuran Jamiyyah: Rp 120,000/tahun SPP: Rp 800,000/bulan Uang Pangkal: Uang Pendidikan: Rp 5,500,000 Uang Pengembangan: Rp 4,000,000 Seragam: Laki-laki: Rp 1,420,000 Perempuan: Rp 1,600,000 SMA Santo Paulus Pontianak Sumber: Santo Ali (Google Maps) Alamat: Jl. Arif Rahman Hakim No.92, Darat Sekip, Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243 Kurikulum: Merdeka Biaya: DPP: Rp 7,200,000 Biaya Perlengkapan: Rp 2,735,000 SPP: Rp 650,000/bulan Tempat Wisata di Kota Pontianak Dilain sisi, Pontianak tidak hanya memiliki sekolah swasta dan sekolah internasional yang berkualitas. Pontianak juga memiliki berbagai wisata destinasi yang sangat cocok untuk dikunjungi bersama keluarga saat liburan. Seperti Paradise-Q Waterpark adalah tempat wisata air dengan berbagi wahana yang dapat dinikmati anak-anak bahkan hingga dewasa . Lalu, Taman Nasional Gunung Palung yaitu tempat wisata nasional yang terdiri dari sungai, rawa, hutan bakau, dan hutan tropis. Terakhir terdapat Hutan Kota Untan merupakan hutan dengan berbagai jenis tanaman dan juga serangga, tempat yang cocok untuk menambah ilmu pengetahuan. Sumber: ParadisQ Waterpark (Trip Advisor) Berikut adalah rangkuman berbagai pilihan institusi pendidikan non-pemerintah beserta lokasi menarik yang bisa dijadikan referensi bagi Anda yang berada di kota ini. Selain sekolah swasta dan internasional di Jambi, melengkapi pembelajaran anak dengan keterampilan teknologi seperti coding sangat penting untuk mempersiapkan mereka menjadi inovator di masa depan.  Kabar baik bagi warga Jambi, Timedoor Academy kini hadir di kota Anda! Timedoor Academy di Pontianak menyediakan kursus komputer dan coding terdekat di Pontianak khusus untuk anak-anak dengan metode pembelajaran yang mudah dipahami, menerapkan kurikulum berstandar Inggris dan Jepang. Oleh karena itu, selain sekedar sekolah swasta dan sekolah internasional di Pontianak, segera daftarkan putra-putri Anda untuk mempersiapkan mereka menghadapi perubahan di masa depan. Mari lengkapi pendidikan anak melalui Timedoor Academy di Pontianak. Kami memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengeksplorasi potensi mereka dalam dunia pemrograman dengan adanya sesi free trial di Timedoor Academy di Pontianak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi tautan disini. Timedoor Academy di Pontianak Alamat: Jl. Parit H. Husin II No.1a, RT.05, Bangka Belitung Darat, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78111 Kontak: +6282135513388 Klik tautan ini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
8 Cara Mengatur Waktu Belajar dan Ekskul Anak Tanpa Stres di 2025
8 Cara Mengatur Waktu Belajar dan Ekskul Anak Tanpa Stres di 2025
Di era yang semakin dinamis seperti sekarang, anak-anak kerap dihadapkan pada beragam tuntutan sejak usia dini. Mulai dari menyelesaikan tugas sekolah, mengikuti les coding atau musik, hingga kegiatan olahraga, semua bisa membuat jadwal harian mereka terasa penuh. Karena itulah, banyak orang tua mencari cara mengatur waktu belajar dan ekskul anak agar anak dapat tumbuh seimbang, semangat belajar, dan tetap memiliki waktu istirahat. Berikut delapan strategi praktis yang dapat diterapkan untuk membantu anak menjalani keseharian dengan lebih tertata tanpa kehilangan waktu bermain dan beristirahat. 8 Cara Mengatur Waktu Belajar dan Ekskul Anak Tanpa Stres di 2025 1. Susun Jadwal Mingguan yang Teratur Langkah pertama dalam cara mengatur waktu belajar dan ekskul anak adalah menyusun jadwal mingguan yang terstruktur. Gunakan kalender atau planner visual yang membagi waktu untuk sekolah, belajar di rumah, kegiatan ekstrakurikuler, waktu makan, istirahat, dan tidur. Jadwal yang jelas membantu anak merasa lebih tenang serta menghindari tekanan dari tugas-tugas mendadak. Sisakan ruang untuk fleksibilitas agar anak tidak merasa kelelahan secara mental. 2. Ajarkan Menyusun Prioritas Sejak Dini Salah satu cara mengatur waktu belajar dan ekskul anak adalah anak perlu dilatih untuk mengenali tugas-tugas mana yang harus diselesaikan lebih dulu. Luangkan waktu bersama untuk meninjau tugas sekolah, ujian, atau kegiatan mingguan. Ajak anak memecah tugas besar menjadi langkah-langkah kecil dan menyelesaikan hal yang paling sulit di awal. Kemampuan ini membangun kemandirian dan keterampilan manajemen waktu sejak dini. 3. Fokus pada Satu Aktivitas dalam Satu Waktu Cara mengatur waktu belajar dan ekskul anak adalah ajarkan anak multitasking tidak selalu efektif, khususnya bagi anak-anak. Dorong mereka untuk menyelesaikan satu hal terlebih dahulu sebelum beralih ke yang lain. Misalnya, menyelesaikan pekerjaan rumah sebelum memulai latihan musik. Dengan fokus yang terarah, anak cenderung lebih tenang, percaya diri, dan hasil belajarnya pun lebih maksimal. 4. Berikan Waktu untuk Istirahat Bebas Sering kali orang tua lupa bahwa waktu luang juga penting. Salah satu cara efektif mengatur waktu belajar dan ekskul anak adalah dengan menyediakan jeda bebas, di mana anak tidak terikat pada tugas atau layar. Waktu santai ini dapat meningkatkan kreativitas, menjaga emosi tetap stabil, serta membantu anak kembali segar untuk belajar. 5. Dampingi Tanpa Terlalu Mengatur Meski penting untuk membiarkan anak mandiri, pendampingan dari orang tua tetap diperlukan. Tanyakan bagaimana perasaannya terhadap aktivitas minggu ini. Jika anak terlihat lelah atau bingung, bantu mengatur ulang jadwal dan beri ruang untuk istirahat. Dukungan emosional seperti ini memperkuat kepercayaan anak dan membantu mencegah kelelahan fisik maupun mental. 6. Atur Penggunaan Teknologi dengan Bijak Penggunaan perangkat digital perlu diawasi dengan cermat. Buat batasan penggunaan layar saat anak sedang belajar atau mengikuti kegiatan daring. Gunakan timer atau aplikasi sederhana untuk membantu fokus. Pastikan pula ruang belajar cukup tenang dan bebas dari gangguan. Lingkungan yang kondusif akan menunjang proses belajar yang lebih optimal. 7. Berikan Kesempatan Mengikuti Kegiatan Sesuai Minat Tidak semua kegiatan ekskul harus bersifat akademik atau kompetitif. Arahkan anak untuk mengeksplorasi minat pribadi, seperti menggambar, menari, atau membangun robot. Aktivitas ini bisa menjadi penyeimbang dari rutinitas sekolah yang padat. Anak akan merasa lebih termotivasi saat terlibat dalam kegiatan yang benar-benar disukai. 8. Pilih Platform Belajar yang Fleksibel dan Mendukung Jika anak membutuhkan bantuan tambahan di luar sekolah, pertimbangkan platform belajar seperti Timedoor Academy. Dengan kelas online interaktif di bidang coding, robotika, matematika, dan kreativitas digital, Timedoor membantu anak belajar dengan cara yang menyenangkan dan terjadwal. Kelas-kelas ini dirancang agar fleksibel dan mudah disesuaikan dengan rutinitas anak. Menjaga Keseimbangan Agar Anak Tumbuh Bahagia Pada akhirnya, inti dari semua cara efektif mengatur waktu belajar dan ekskul anak adalah menciptakan keseimbangan. Anak-anak berkembang lebih baik saat mereka mendapat dukungan, bukan tekanan. Mereka perlu waktu untuk belajar, bermain, dan istirahat secara seimbang. Dengan jadwal yang terencana, prioritas yang jelas, serta ruang untuk rehat dan eksplorasi, anak akan tumbuh lebih percaya diri dan tangguh. Peran orang tua sangat penting dalam membimbing dan mendukung proses ini.Jika ingin mendukung anak mengembangkan keterampilan masa depan dengan cara yang menyenangkan dan terstruktur, ikuti kelas percobaan gratis di Timedoor Academy sekarang juga. Anak dapat belajar coding, robotika, dan kreativitas digital langsung dari rumah dengan pengalaman belajar yang nyaman dan menyenangkan.
Apa yang Harus Dipelajari Anak-anak di Era Kecerdasan Buatan
Apa yang Harus Dipelajari Anak-anak di Era Kecerdasan Buatan
Anak-anak yang tumbuh di zaman sekarang dikelilingi oleh kecerdasan buatan (AI)—mulai dari asisten suara yang menjawab pertanyaan mereka, hingga aplikasi yang menyesuaikan pembelajaran secara personal. Perubahan yang cepat ini mungkin terasa menakutkan, tetapi juga membuka berbagai kesempatan menarik. Para ahli global mencatat bahwa hampir 44% keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja akan berubah dalam lima tahun ke depan karena kehadiran AI. Keterampilan yang semakin diminati adalah berpikir kritis, kreativitas, dan kecerdasan sosial—kualitas yang sangat manusiawi yang sulit ditiru oleh AI. Dengan kata lain, agar anak-anak sukses di era AI, mereka membutuhkan kombinasi antara pengetahuan teknologi dan keterampilan manusiawi. Ilustrasi 10 keterampilan kerja terpenting yang diprediksi pada tahun 2023 menunjukkan bahwa sebagian besar keterampilan yang dibutuhkan adalah kognitif atau sosial-emosional (seperti berpikir analitis, kreativitas, dan empati), yang menyoroti semakin pentingnya kekuatan manusia di dunia yang didominasi oleh AI. Lalu, apa tepatnya yang harus dipelajari anak-anak? Artikel ini akan mengulas tiga bidang utama: pendidikan formal (apa yang harus diajarkan di sekolah), kegiatan ekstrakurikuler, dan apa yang bisa dilakukan orang tua di rumah. Dengan berfokus pada tiga hal ini, kita bisa membantu anak-anak usia SD dan SMP tumbuh menjadi individu yang penuh rasa ingin tahu, mampu, dan memiliki rasa empati tinggi dalam dunia berteknologi tinggi. Pendidikan Formal: Dasar-Dasar Baru di Era AI Sekolah-sekolah masih tetap mengajarkan cara membaca, menulis, dan berhitung, tetapi di era kecerdasan buatan (AI), kurikulum harus diperluas ke bidang-bidang baru. Sebagaimana dicatat oleh UNESCO, memasukkan keterampilan seperti empati, kreativitas, dan berpikir kritis ke dalam pelajaran adalah hal yang sangat penting. Berikut ini beberapa bidang penting yang sebaiknya diajarkan di sekolah: Pemahaman Coding dan Literasi AI: Dasar-dasar coding, bahkan yang sederhana sekalipun seperti coding visual (drag-and-drop) atau robotika, dapat membantu anak memahami bagaimana teknologi bekerja. Coding melatih logika dan kemampuan menyelesaikan masalah. Saat ini, banyak negara telah mengenalkan pelajaran coding sejak sekolah dasar, bahkan beberapa negara mulai memperkenalkan konsep AI sejak dini. Dengan memahami cara kerja komputer, anak-anak dapat berkembang dari sekadar pengguna teknologi menjadi pencipta teknologi. Literasi Digital dan Etika: Anak-anak perlu belajar menggunakan alat-alat digital secara aman dan bertanggung jawab. Ini mencakup pemahaman mengenai privasi online, pencegahan perundungan digital (cyberbullying), serta kemampuan mengenali berita palsu (misinformasi). Seiring munculnya alat-alat AI seperti chatbot atau deepfake, siswa juga harus membahas etika dan keadilan dalam teknologi. Pelajaran awal tentang kewargaan digital (digital citizenship) membantu anak-anak menavigasi dunia yang dipenuhi AI dengan bijak dan hati-hati. Berpikir Kritis: Daripada hanya menghafal fakta, anak-anak perlu belajar bagaimana cara berpikir. Sekolah dapat memupuk kemampuan ini dengan memberikan masalah terbuka yang mendorong anak untuk bertanya dan berdiskusi. Ketika anak terbiasa menganalisis situasi dan belajar dari kegagalan kecil, mereka menjadi lebih fleksibel dalam berpikir. Kemampuan ini penting di masa depan, di mana mereka akan selalu dituntut untuk beradaptasi dan menyelesaikan tantangan-tantangan baru (seringkali bersama dengan alat berbasis AI). Kreativitas dan Inovasi: AI memang hebat dalam mengenali pola, tetapi imajinasi manusia tetap belum tertandingi. Melalui berbagai proyek seni, menulis, ilmu pengetahuan, atau coding, sekolah dapat merangsang kreativitas siswa. Baik saat menulis cerita atau membuat perangkat sederhana, tugas-tugas kreatif melatih anak untuk bereksperimen dan berinovasi. Dengan berpikir secara kreatif dan berbeda dari biasanya, anak-anak mampu menghasilkan ide-ide segar—sebuah karakteristik yang akan membantu mereka unggul dalam dunia yang didorong oleh AI. Kolaborasi dan Keterampilan Sosial: Kemampuan untuk bekerja sama dengan baik bersama orang lain merupakan keterampilan yang selalu relevan. Melalui proyek kelompok di kelas, anak-anak belajar cara berkomunikasi, bekerja sama, dan menyelesaikan konflik. Pengalaman ini juga menumbuhkan empati—memahami dan menghormati orang lain. Di masa depan, sebagian besar pekerjaan akan memerlukan kerja tim (bahkan sering kali tim yang terdiri dari manusia dan AI), sehingga keterampilan kolaborasi yang diajarkan sejak dini akan memberikan keunggulan besar bagi anak-anak. Belum semua sekolah memperbarui kurikulum mereka. Faktanya, baru beberapa negara yang telah meluncurkan pelajaran AI secara formal dalam pendidikan dasar dan menengah, sementara banyak negara lainnya masih tertinggal. Orang tua dapat ikut mendorong perubahan ini, namun pembelajaran tidak hanya terjadi di sekolah. Di sinilah peran aktivitas di luar sekolah (ekstrakurikuler) dapat membantu mengisi kekosongan tersebut. Belajar di Luar Kelas: Ekstrakurikuler dan Hobi Di luar kelas, kegiatan ekstrakurikuler memberikan anak-anak kesempatan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan keterampilan dengan cara yang menyenangkan: Coding & Robotika: Banyak komunitas menawarkan kelas coding atau tim robotika untuk anak-anak. Dalam klub coding, anak-anak bisa membuat permainan sederhana atau memprogram robot sambil berlatih logika dan ketekunan dalam memecahkan masalah (debugging). Kompetisi robotika mendorong anak-anak untuk bekerja sama dalam menyelesaikan tantangan. Aktivitas ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya bisa menggunakan teknologi, tetapi juga menciptakannya. Klub dan Kamp STEM: Program yang berfokus pada ilmu pengetahuan (science), teknologi (technology), teknik (engineering), dan matematika (math) memungkinkan anak-anak terlibat dalam proyek-proyek langsung. Mereka bisa mendesain alat sederhana, meluncurkan roket mini, atau bahkan bereksperimen dengan permainan sederhana berbasis AI. Suasana informal membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan meningkatkan rasa ingin tahu mereka. Menyelesaikan tantangan STEM di luar kelas juga melatih anak menjadi kreatif, cepat tanggap, dan cerdas dalam bekerja sama dengan teman-temannya. Seni Kreatif dan Membuat Kreasi: Kegiatan seperti seni, musik, drama, atau menulis kreatif dapat mengembangkan imajinasi dan inovasi—kualitas yang tidak bisa ditiru oleh mesin. Bergabung dengan kelompok teater atau kelas seni membantu anak-anak mengekspresikan diri mereka secara kreatif. Workshop kreatif (seperti membuat kerajinan tangan, coding alat sederhana, atau mencetak objek 3D) mendorong anak untuk berpikir dalam sudut pandang yang baru. Dengan menciptakan sesuatu karya mereka sendiri—baik cerita, lagu, maupun karya seni—anak-anak belajar untuk berpikir kreatif di luar kebiasaan. Olahraga Tim dan Aktivitas Kelompok: Tim olahraga, kegiatan pramuka, atau aktivitas kelompok lainnya mengajarkan kerja sama dan ketekunan. Saat anak-anak bergabung dalam tim atau proyek kelompok, mereka belajar cara berkomunikasi, menyelesaikan konflik, serta bangkit kembali dari kegagalan. Pengalaman ini membentuk karakter dan ketahanan mental mereka. Selain itu, aktivitas ini mencerminkan semangat kolaborasi yang sangat diperlukan di tempat kerja. Mengetahui bagaimana cara bekerja sama dan memimpin akan sangat membantu anak-anak dalam karier apa pun yang mereka pilih nantinya. Kegiatan ekstrakurikuler sering kali memicu minat dan semangat yang bertahan hingga dewasa. Baik anak Anda menyukai coding, sepak bola, atau seni lukis, aktivitas ini melengkapi pelajaran akademis dengan keterampilan praktis serta rasa percaya diri. Yang tidak kalah penting, anak-anak akan memahami bahwa pembelajaran bisa terjadi di mana saja—bukan hanya di dalam kelas—sehingga semangat untuk terus belajar selalu terjaga. Pola Asuh di Era AI: Menumbuhkan Keterampilan di Rumah Rumah adalah tempat anak-anak membangun kebiasaan dan sikap yang bertahan sepanjang hidup mereka. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua untuk menanamkan keterampilan penting bagi anak: Dorong Rasa Ingin Tahu: Sambutlah setiap pertanyaan anak Anda dengan baik, khususnya pertanyaan seperti “kenapa?” atau “bagaimana?”. Ketika mereka bertanya tentang sesuatu, cari jawabannya bersama-sama—entah dengan membaca, mencari informasi di internet, atau melakukan eksperimen sederhana. Tunjukkan kepada mereka bagaimana Anda mencari informasi dan memecahkan masalah. Dengan menumbuhkan rasa ingin tahu, Anda mengajarkan kepada anak bahwa proses belajar adalah kegiatan yang menyenangkan dan terus berlanjut. Anak yang terbiasa belajar akan lebih mudah beradaptasi dengan teknologi dan ide-ide baru. Pupuk Kreativitas: Berikan ruang bagi anak untuk bermain bebas tanpa struktur yang terlalu kaku, serta dukung proyek-proyek kreatif mereka. Sediakan bahan-bahan seperti alat gambar, balok susun, atau bahkan kotak kardus bekas untuk menciptakan permainan atau cerita baru. Permainan seperti ini membantu anak mengembangkan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah. Hal ini juga menunjukkan bahwa mereka bisa bersenang-senang dan berimajinasi tanpa perlu tergantung pada layar gadget. Dengan memberikan kesempatan bermain kreatif di rumah, Anda membantu anak-anak berpikir secara orisinal—sebuah keterampilan penting yang dapat mendorong inovasi. Jadilah Teladan dalam Pembelajaran Sepanjang Hayat: Biarkan anak melihat Anda mempelajari hal-hal baru. Ceritakan tentang buku yang baru Anda baca, resep makanan yang Anda coba buat, atau masalah yang berhasil Anda selesaikan. Tunjukkan kepada mereka bahwa orang dewasa juga menghadapi tantangan dan harus mencari solusinya sendiri. Misalnya, katakan, “Ibu tidak tahu cara memperbaiki Wi-Fi, jadi Ibu tonton dulu tutorialnya dan sekarang sudah bisa!” Ini akan mengajarkan anak bahwa tidak mengetahui sesuatu adalah hal yang wajar, dan ketekunan akan selalu membuahkan hasil. Jika Anda bingung dengan aplikasi atau gadget baru, pelajari bersama anak Anda—bahkan mungkin mintalah bantuan mereka. Dengan begitu, Anda mengajarkan bahwa belajar tidak pernah berhenti. Tetapkan Batasan dalam Penggunaan Teknologi: Biasakan pola penggunaan teknologi yang sehat sejak dini—misalnya, melarang penggunaan perangkat digital saat makan malam atau setelah jam 8 malam—dan jelaskan alasannya (karena waktu layar yang berlebihan bisa mempengaruhi kualitas tidur dan mengurangi waktu kebersamaan keluarga). Ajari anak tentang keamanan dasar di internet, seperti tidak memberikan informasi pribadi atau tidak berbicara dengan orang asing secara online. Jika mereka merasa sesuatu yang mereka temui di internet tidak wajar, ajarkan mereka untuk selalu bertanya kepada orang tua. Seiring bertambahnya usia, diskusikan penggunaan internet dan AI secara bertanggung jawab. Jika anak menggunakan chatbot untuk membantu tugas, ingatkan bahwa chatbot hanya sebagai bantuan, bukan untuk menyalin jawaban secara langsung. Dengan panduan ini, Anda membantu anak-anak mengembangkan hubungan yang seimbang dengan teknologi sehingga mereka menikmati manfaatnya tanpa terkena dampak negatif. Ajari Empati dan Keterampilan Sosial: Jadikan sikap baik dan komunikasi positif sebagai kebiasaan sehari-hari. Dorong anak Anda untuk memahami perasaan orang lain (“Bagaimana perasaan temanmu ketika kamu mengatakan hal tersebut?”). Latih mereka mendengarkan dan saling bergantian berbicara dalam percakapan keluarga. Saat terjadi konflik, bantu mereka berbicara tenang dan melihat sudut pandang orang lain. Latihan semacam ini akan membangun kecerdasan emosional anak. Anak-anak yang mampu mengelola emosi, memahami orang lain, dan menyelesaikan perselisihan dengan baik akan memiliki keunggulan besar dalam bekerja sama dengan orang lain di masa depan. Dengan menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, empati, dan penggunaan teknologi yang bertanggung jawab di rumah, Anda memberikan dasar yang kuat bagi anak Anda. Mereka akan tumbuh menjadi anak-anak yang nyaman dengan teknologi tanpa ketergantungan berlebihan terhadapnya, serta memiliki keahlian teknologi namun tetap penuh empati dan mampu beradaptasi. Di dunia yang penuh mesin cerdas, kualitas manusiawi inilah yang akan membantu mereka meraih kesuksan. Penutup: Mempersiapkan Anak untuk Masa Depan yang Berteknologi Tinggi Era kecerdasan buatan (AI) akan terus berkembang, dan anak-anak kita akan tumbuh bersama teknologi yang bahkan belum terbayangkan saat ini. Sebagai orang tua, kita tidak harus meramalkan masa depan secara tepat; kita hanya perlu membekali anak-anak dengan keterampilan adaptif dan nilai-nilai yang kuat. Dengan memastikan mereka belajar keterampilan teknis (seperti coding dan literasi digital) sekaligus keterampilan manusiawi (seperti kreativitas, berpikir kritis, empati, dan kerja tim), kita memberi mereka kemampuan untuk memanfaatkan AI sebagai alat yang membantu, bukan sesuatu yang akan menguasai mereka. Dalam banyak hal, inti dari pengasuhan tidak berubah. Mendorong rasa ingin tahu anak, mendukung mimpi mereka, mengajarkan apa yang benar dan salah, serta memberikan kasih sayang dan dukungan akan selalu penting. Dasar-dasar ini, dikombinasikan dengan kesempatan untuk belajar tentang teknologi dan dunia, akan membantu anak-anak kita sukses bagaimanapun dunia berubah. Mereka tidak hanya siap menghadapi masa depan—mereka siap untuk membentuk masa depan itu sendiri. Daftar Istilah Penting Kecerdasan Buatan (AI): Teknologi yang memungkinkan komputer atau mesin melakukan tugas-tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia, seperti belajar, bernalar, dan menyelesaikan masalah. Coding: Penulisan instruksi untuk komputer agar dapat menjalankan tugas tertentu; dasar penting dalam pembuatan software, aplikasi, dan robot. Literasi Digital: Kemampuan menemukan, mengevaluasi, menggunakan, dan menciptakan informasi secara efektif dengan menggunakan teknologi dan alat digital. Etika Digital: Memahami dan menerapkan prinsip-prinsip etika dalam berinteraksi di dunia digital, termasuk menghormati privasi dan mencegah cyberbullying. Berpikir Kritis: Kemampuan menganalisis fakta untuk membuat keputusan, menyelesaikan masalah secara efektif, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang akurat. Kreativitas dan Inovasi: Kemampuan menghasilkan ide, pendekatan, dan solusi yang orisinal dan bernilai dalam berbagai konteks. Kolaborasi: Kemampuan bekerja secara efektif dengan orang lain demi mencapai tujuan bersama, menekankan komunikasi, kerja tim, dan penyelesaian masalah. Empati: Kemampuan memahami dan berbagi perasaan dengan orang lain; penting untuk kecerdasan emosional dan hubungan yang sukses. STEM: Akronim untuk Science (Ilmu Pengetahuan), Technology (Teknologi), Engineering (Teknik), dan Mathematics (Matematika); pendekatan pembelajaran yang interdisipliner. Kewargaan Digital: Perilaku bertanggung jawab dan etis saat menggunakan teknologi, termasuk memahami privasi, etika online, dan keamanan digital. Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) Pada usia berapa anak-anak sebaiknya mulai belajar tentang AI dan coding? Anak-anak dapat mulai belajar dasar-dasar coding dan konsep AI sejak usia sekolah dasar. Bahasa pemrograman visual yang sederhana serta mainan robotik yang sesuai usia adalah cara yang tepat untuk memperkenalkan topik-topik tersebut serta membangun keterampilan dasar. Seberapa pentingkah kreativitas di dunia yang didominasi AI? Kreativitas sangat penting, karena memungkinkan manusia menciptakan ide dan solusi yang orisinal. Meskipun AI unggul dalam tugas repetitif dan pengenalan pola, kreativitas manusia tetap tidak tertandingi dalam menyelesaikan masalah serta berinovasi, menjadikannya keterampilan yang sangat berharga untuk masa depan. Apakah program ekstrakurikuler benar-benar dapat meningkatkan kesiapan anak saya menghadapi masa depan yang didominasi AI? Ya, program ekstrakurikuler memberikan pengalaman praktis yang melengkapi pembelajaran di kelas. Aktivitas seperti klub robotik, kamp STEM, program seni, dan olahraga tim membantu anak-anak mengembangkan berpikir kritis, kreativitas, kerja sama tim, dan ketahanan mental—keterampilan yang sangat dihargai di era AI. Bagaimana orang tua bisa mengajarkan etika digital secara efektif di rumah? Orang tua dapat mengajarkan etika digital dengan membahas secara terbuka tentang perilaku online, menetapkan aturan yang jelas tentang penggunaan teknologi, serta menjadi contoh dalam penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Secara rutin membahas topik seperti privasi online, cyberbullying, dan misinformasi membantu anak-anak menggunakan lingkungan digital dengan aman dan bijak. Apa yang bisa dilakukan orang tua untuk mengembangkan kecerdasan emosional anak? Orang tua dapat mengembangkan kecerdasan emosional dengan secara rutin membahas perasaan, menjadi contoh dalam menunjukkan empati, menyelesaikan konflik secara konstruktif, dan mendorong anak-anak untuk melihat situasi dari sudut pandang orang lain. Komunikasi rutin dan dialog terbuka akan memperkuat keterampilan emosional anak. Apakah berpikir kritis kini lebih penting daripada sekadar menghafal dalam pendidikan? Ya, di era AI, kemampuan berpikir kritis semakin penting. Meski menghafal memiliki perannya sendiri, keterampilan berpikir kritis memungkinkan siswa menganalisis informasi, mengambil keputusan yang tepat, serta beradaptasi dengan situasi yang terus berubah, membantu mereka sukses di masa depan yang dinamis dan penuh ketidakpastian.
float button