Apr 30, 2025

Mengenal Peran STEM dalam Pendidikan Anak Di 2025

Mengenal Peran STEM dalam Pendidikan Anak Di 2025 image

Di tengah perkembangan teknologi yang cepat, pendekatan pendidikan pun ikut berubah. Salah satu pendekatan yang semakin banyak dibicarakan adalah STEM, yang merupakan singkatan dari Science, Technology, Engineering, dan Mathematics. Meskipun istilah ini masih terdengar asing bagi sebagian orang tua, konsepnya sebenarnya sudah banyak diterapkan di sekolah-sekolah.

Memahami pentingnya STEM dalam pendidikan anak bisa membantu orang tua menyiapkan anak menghadapi masa depan yang serba digital. Artikel ini akan membahas peran STEM dalam pembelajaran anak masa kini dan bagaimana orang tua bisa ikut berperan mendukungnya.

Belajar Lewat Proyek dan Praktik Langsung

STEM dalam pendidikan anak

Salah satu ciri khas dari STEM dalam pendidikan anak adalah pendekatannya yang mengandalkan praktik langsung. Anak tidak hanya duduk mendengarkan atau membaca buku, tapi juga diajak untuk membuat sesuatu, menyusun proyek, dan memecahkan masalah nyata.

Proyek seperti membuat jembatan sederhana dari stik es krim, menyusun robot kecil, atau membuat eksperimen sains di rumah adalah contoh aktivitas yang bisa membantu anak memahami konsep dengan cara yang menyenangkan dan tidak membosankan.

Membentuk Cara Pikir Kritis dan Kreatif

Melalui STEM, anak belajar untuk berpikir secara logis dan menyusun solusi dari masalah yang mereka temui. Mereka diajak untuk mencoba, gagal, memperbaiki, dan mencoba lagi. Proses ini sangat baik untuk membangun daya tahan mental dan rasa ingin tahu.

Selain berpikir kritis, anak juga terdorong untuk lebih kreatif. STEM dalam pendidikan anak tidak hanya mengajarkan rumus, tapi juga memberi ruang bagi anak untuk mengembangkan ide-ide baru dan menjelajah berbagai kemungkinan.

Mengapa STEM Penting Dikenalkan Sejak Dini?

  1. Mengasah Kemampuan Memecahkan Masalah Sejak Kecil
    STEM membantu anak mengenali tantangan dan belajar mencari solusinya secara bertahap. Misalnya, ketika robot rakitannya tidak berjalan sesuai rencana, anak akan mencoba memperbaikinya dengan pendekatan berbeda.
  2. Membentuk Kebiasaan Belajar Mandiri
    Melalui proyek-proyek STEM, anak terdorong untuk mengeksplorasi dan belajar dengan ritme mereka sendiri. Hal ini menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kemampuan mengatur diri sejak dini.
  3. Mengenalkan Dunia Teknologi dengan Positif
    Alih-alih hanya menggunakan gadget untuk hiburan, anak bisa diajak menggunakan teknologi untuk mencipta. Ini membantu membentuk sikap yang lebih aktif dan produktif terhadap perkembangan digital.
  4. Menyiapkan Anak Menghadapi Dunia Kerja Masa Depan
    Banyak pekerjaan masa depan membutuhkan kemampuan berpikir analitis, kolaborasi, dan pemahaman dasar teknologi. STEM dalam pendidikan anak memberi fondasi kuat untuk menghadapi hal ini.

Tidak Harus Rumit atau Mahal

Salah satu kekhawatiran umum dari orang tua adalah anggapan bahwa pembelajaran STEM membutuhkan alat canggih atau sekolah mahal. Padahal, banyak aktivitas sederhana yang bisa dilakukan di rumah dengan bahan seadanya. Misalnya, membuat gunung meletus dari soda dan cuka atau menyusun pola menggunakan kancing warna-warni.

Banyak platform edukasi seperti Timedoor Academy juga menawarkan kelas daring dengan materi yang mudah diakses dan terstruktur. Dengan bimbingan yang tepat, anak bisa belajar coding, logika, dan robotika langsung dari rumah.

Peran Orang Tua dalam Pembelajaran STEM

Orang tua tidak harus paham semua teknis untuk bisa mendukung anak. Peran terpenting adalah memberikan dorongan dan ruang bagi anak untuk bereksplorasi. Memberi waktu, mendengarkan cerita anak tentang eksperimen mereka, dan menunjukkan minat terhadap hasil belajarnya bisa memberi dampak besar.

Dengan ikut terlibat, anak akan merasa usahanya dihargai. Ini bisa meningkatkan semangat mereka dalam belajar dan mencoba hal-hal baru, khususnya yang berhubungan dengan STEM dalam pendidikan anak.

Kesetaraan Akses Juga Harus Diperhatikan

Penting juga bagi orang tua dan sekolah untuk memastikan bahwa STEM tidak hanya dinikmati oleh anak-anak tertentu saja. Anak perempuan, anak dari latar belakang berbeda, dan anak dengan gaya belajar yang unik juga perlu mendapat kesempatan yang sama.

Menyediakan pendekatan yang inklusif, materi yang beragam, dan lingkungan yang mendukung sangat penting agar semua anak bisa merasakan manfaat dari pembelajaran STEM.

Pendidikan yang Menyambut Masa Depan

REGE

Dengan mengenalkan STEM dalam pendidikan anak sejak sekarang, kita sedang mempersiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan dengan lebih percaya diri. Anak-anak yang terbiasa berpikir kritis, berkolaborasi, dan menguasai dasar teknologi akan lebih siap menghadapi perubahan yang cepat.

STEM bukan sekadar tren, melainkan pendekatan yang bisa membentuk karakter, cara berpikir, dan keterampilan anak dalam jangka panjang. Semakin awal dikenalkan, semakin besar dampaknya terhadap masa depan mereka.

Belajar STEM Jadi Lebih Mudah Bersama Timedoor Academy

Jika Anda ingin anak belajar logika, teknologi, dan kreativitas secara menyenangkan, Timedoor Academy menyediakan kelas online interaktif seperti coding, robotika, dan matematika. Materi disusun khusus untuk anak dan disampaikan dengan cara yang menarik serta mudah dipahami.

 Image

Coba kelas gratis sekarang dan bantu anak mengenal dunia STEM dalam pendidikan anak sejak dini, dengan cara yang seru dan bermakna langsung dari rumah.

Artikel Lainnya

Cara Mengenalkan AI pada Anak: Tips dan Trik 2025
Cara Mengenalkan AI pada Anak: Tips dan Trik 2025
Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini bukan lagi sekadar teknologi masa depan. AI sudah hadir dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari asisten suara di ponsel hingga rekomendasi video di YouTube. Karena itulah, mengenalkan AI pada anak menjadi langkah penting agar mereka tidak hanya menjadi pengguna, tapi juga memahami bagaimana teknologi itu bekerja. Sebagai orang tua, mungkin kamu bertanya-tanya apakah topik seperti AI tidak terlalu rumit untuk anak. Sebenarnya, AI bisa dikenalkan dengan cara yang sangat sederhana dan menyenangkan. Kuncinya adalah menggunakan contoh dari kehidupan sehari-hari yang sudah akrab bagi mereka.   Gunakan Contoh yang Dekat dengan Kehidupan Anak Langkah pertama dalam mengenalkan AI pada anak adalah dengan menunjukkan bahwa teknologi ini sudah ada di sekitar mereka. Misalnya, saat mereka bertanya ke Google Assistant atau berbicara dengan Siri di ponsel, jelaskan bahwa mereka sedang berinteraksi dengan AI. Begitu juga ketika YouTube atau Netflix merekomendasikan video yang mereka sukai, itu juga merupakan bentuk AI yang mempelajari kebiasaan mereka. Dengan menggunakan contoh seperti ini, anak akan lebih mudah menangkap konsep dasar tanpa perlu penjelasan teknis.   Ajak Anak Berdiskusi Lewat Cerita Anak-anak sangat suka cerita. Maka, salah satu cara efektif untuk mengenalkan AI pada anak adalah melalui dongeng atau ilustrasi. Kamu bisa membuat cerita tentang robot pintar yang membantu menyelesaikan masalah atau karakter animasi yang bisa belajar dari pengalaman. Ceritakan bahwa AI bekerja dengan cara "belajar" dari data, mirip seperti anak yang belajar dari pengalaman. Misalnya, robot dalam cerita bisa mengenali wajah teman-temannya karena sering melihat foto mereka, mirip seperti anak yang bisa mengenali wajah guru di sekolah.   Libatkan Anak dalam Aktivitas Interaktif Pembelajaran akan lebih efektif jika dilakukan secara aktif. Banyak aplikasi dan permainan edukatif yang bisa membantu anak mengenal AI dengan cara bermain. Misalnya, game yang mengajarkan logika berpikir, pengenalan pola, atau simulasi sederhana dari pengambilan keputusan otomatis. Dengan bermain, anak bisa memahami dasar-dasar konsep AI tanpa merasa sedang belajar hal sulit. Ini bisa menjadi langkah awal dalam mengenalkan AI pada anak dengan cara yang mereka sukai dan tidak membosankan.   Jelaskan Secara Bertahap Sesuai Usia Setiap anak memiliki tahap perkembangan yang berbeda. Untuk anak usia dini, cukup kenalkan bahwa ada teknologi yang bisa “belajar” dan membantu manusia. Untuk anak yang lebih besar, kamu bisa mulai menjelaskan bahwa AI bekerja dengan data dan algoritma. Tidak perlu menjelaskan istilah teknis seperti machine learning atau neural network. Yang penting adalah anak paham bahwa AI bukan sihir, tapi hasil kerja manusia melalui teknologi yang canggih. Mengenalkan AI pada anak bisa dimulai dari konsep dasar yang terus berkembang seiring bertambahnya usia mereka.   Tunjukkan Peran AI di Dunia Nyata Supaya lebih relevan, tunjukkan bagaimana AI digunakan dalam berbagai bidang. Misalnya, di dunia kesehatan, AI membantu menganalisis hasil rontgen. Di bidang transportasi, AI digunakan dalam mobil otomatis. Bahkan dalam pendidikan, AI bisa menjadi tutor virtual yang membantu anak belajar sesuai kebutuhan mereka. Saat anak melihat bahwa AI digunakan untuk hal-hal positif, mereka akan tertarik dan merasa bahwa mempelajari teknologi itu penting. Ini akan membuka wawasan mereka bahwa mengenalkan AI pada anak bukan sekadar pengenalan teknologi, tapi juga persiapan masa depan.   Dorong Anak untuk Bertanya dan Mengeksplorasi Setelah anak mulai mengenal AI, mereka pasti akan punya banyak pertanyaan. Orang tua bisa menjadi teman diskusi yang menyenangkan. Jawab pertanyaan mereka dengan cara yang sederhana dan, jika perlu, cari tahu jawabannya bersama-sama. Kamu juga bisa menunjukkan video pendek, artikel bergambar, atau proyek eksperimen yang relevan. Dorongan untuk mengeksplorasi akan membentuk rasa ingin tahu yang sehat. Mengenalkan AI pada anak adalah awal dari proses berpikir kritis dan terbuka terhadap teknologi baru.   Pastikan Anak Menggunakan Teknologi dengan Bijak Selain memahami manfaat AI, anak juga perlu diajarkan bagaimana menggunakannya dengan bertanggung jawab. Ajarkan etika digital seperti privasi, keamanan data, dan pentingnya bersikap sopan di ruang digital. Teknologi bisa menjadi alat yang luar biasa jika digunakan dengan benar. Dalam proses mengenalkan AI pada anak, nilai-nilai etika ini tidak boleh diabaikan. Jadikan proses belajar teknologi sebagai bagian dari pembentukan karakter.   Maksimalkan Pembelajaran AI Bersama Timedoor Academy Jika kamu ingin anak mengenal dunia teknologi dan AI dengan cara yang menyenangkan, Timedoor Academy menyediakan kelas online interaktif khusus untuk anak. Dengan pendekatan yang menyenangkan, anak bisa belajar coding, logika, dan dasar pemahaman teknologi yang berkaitan dengan AI. Timedoor Academy hadir dengan materi yang disesuaikan dengan usia anak, lengkap dengan proyek nyata dan pendampingan langsung dari mentor. Yuk, coba kelas gratis hari ini dan mulai perjalanan seru mengenalkan AI pada anak bersama Timedoor dari rumah!
cara membangun rasa percaya diri anak
Cara Membangun Rasa Percaya Diri Anak: Kegiatan Seru dengan Teknologi dan Coding
Mempelajari cara membangun rasa percaya diri anak adalah salah satu hal paling penting yang bisa dilakukan orang tua dan pendidik saat ini. Rasa percaya diri membantu anak-anak berani mencoba hal baru, menyelesaikan masalah, dan menghadapi tantangan dengan lebih kuat. Semakin awal kita fokus pada cara membangun rasa percaya diri anak, semakin siap mereka menghadapi dunia modern yang penuh dengan perkembangan teknologi. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai cara praktis untuk membangun rasa percaya diri anak, khususnya dengan memanfaatkan teknologi dan coding sebagai alat yang menyenangkan dan bermanfaat.   1. Dorong Anak Mengikuti Kompetisi Olahraga dan Teknologi Salah satu cara membangun rasa percaya diri anak adalah lewat kompetisi yang sehat. Olahraga mengajarkan kerja sama dan kepemimpinan, sementara lomba teknologi seperti kompetisi coding, tantangan robotik, atau turnamen desain game membantu anak-anak percaya pada kemampuan mereka sendiri dan pantang menyerah. Dengan ikut serta dalam kegiatan fisik dan digital, anak-anak belajar bahwa usaha keras mereka bisa membuahkan hasil nyata — baik di lapangan maupun di dunia teknologi.   2. Kenalkan Seni Kreatif dan Kreasi Digital Ekspresi kreatif memegang peran besar dalam cara membangun rasa percaya diri anak. Selain seni tradisional seperti melukis atau bermusik, kreativitas digital juga sangat kuat pengaruhnya. Anak-anak bisa membuat karya seni digital, animasi sederhana, hingga mengembangkan aplikasi kecil. Coding memungkinkan mereka membangun proyek nyata yang bisa dibanggakan. Dengan menggabungkan seni dan teknologi, proses membangun rasa percaya diri anak menjadi lebih seru dan relevan dengan dunia masa kini.   3. Latih Anak Berbicara di Depan Umum lewat Presentasi Teknologi Mengasah kemampuan berbicara di depan umum, terutama lewat presentasi proyek teknologi, juga sangat penting dalam membangun rasa percaya diri anak. Entah itu saat mendemokan proyek coding, memamerkan game sederhana buatan sendiri, atau menjelaskan eksperimen robotik, anak-anak melatih keterampilan komunikasi mereka. Ketika mereka mampu menjelaskan teknologi dengan kata-kata mereka sendiri, rasa percaya diri tumbuh bersama pemahaman bahwa ilmu yang mereka miliki sangat berharga.   4. Ajarkan Coding untuk Mengasah Kemampuan Problem-Solving Mengajarkan coding adalah salah satu cara terbaik membangun rasa percaya diri anak. Coding mengajarkan anak-anak untuk memecah masalah kompleks, mencoba berbagai solusi, dan merasakan pencapaian saat proyek mereka berhasil. Setiap kesalahan yang berhasil diperbaiki dan setiap program yang selesai dibuat menambah rasa percaya diri mereka. Platform seperti Scratch, Minecraft Education, dan kursus coding pemula menawarkan pengalaman belajar yang seru, interaktif, dan memberdayakan anak-anak.   5. Rayakan Setiap Pencapaian di Dunia Teknologi Mengapresiasi setiap pencapaian, sekecil apa pun, adalah kunci membangun rasa percaya diri anak. Misalnya, menyelesaikan proyek coding pertama mereka, memperbaiki error sulit, atau membuat animasi sederhana. Menghargai usaha mereka di bidang teknologi membentuk kebiasaan gigih dan menguatkan semangat pantang menyerah ketika menghadapi tantangan.   6. Beri Kesempatan Anak Menjadi Pemimpin di Kegiatan Teknologi Memberi anak pengalaman memimpin juga penting dalam membangun rasa percaya diri mereka. Misalnya, membimbing teman di klub coding, menjadi pemimpin proyek teknologi kecil, atau mempresentasikan hasil karya kelompok. Ketika anak dilihat sebagai “pemimpin teknologi” oleh teman-temannya, rasa percaya diri mereka semakin kokoh dan mereka belajar bekerja sama dengan lebih baik.   7. Dukung Anak Membuat Proyek Teknologi Mandiri Mendorong anak untuk mengeksplorasi proyek teknologi secara mandiri juga sangat efektif membangun rasa percaya diri. Baik itu membuat mini-game sendiri, membangun website sederhana, atau memprogram robot kecil, proyek mandiri membantu anak mengembangkan pemikiran kritis dan rasa memiliki atas karya mereka. Ketika anak-anak berhasil mengatasi tantangan sendiri tanpa banyak bantuan, mereka belajar bahwa mereka mampu dan mandiri.   Membangun Rasa Percaya Diri Seumur Hidup lewat Teknologi dan Pengalaman Memahami cara membangun rasa percaya diri anak berarti menyediakan berbagai peluang, khususnya di dunia digital. Teknologi dan coding mengajarkan anak untuk berpikir kreatif, menyelesaikan masalah, dan bangga atas pencapaian mereka sendiri. Baik lewat olahraga, seni, berbicara di depan umum, maupun proyek teknologi, membantu anak melihat potensi dalam dirinya sangatlah penting. Dengan membangun rasa percaya diri sejak dini, kita mempersiapkan mereka untuk menghadapi masa depan dengan semangat, keberanian, dan rasa ingin tahu. Di Timedoor Academy, kami fokus membantu anak-anak membangun rasa percaya diri lewat program coding dan teknologi yang menyenangkan. Jika Anda ingin anak Anda merasakan sendiri bagaimana teknologi dan coding bisa meningkatkan rasa percaya diri mereka, daftar kelas trial gratis kami hari ini!
aplikasi python untuk anak
10 Aplikasi Python untuk Anak Belajar Coding di Tahun 2025
Di tahun 2025, kemampuan programming menjadi salah satu keterampilan paling penting yang perlu dipelajari anak sejak dini. Seiring berkembangnya pendidikan digital, semakin banyak orang tua dan guru yang mengenalkan coding sejak usia sekolah dasar. Dari berbagai bahasa pemrograman yang ada, Python menonjol karena struktur sintaksisnya yang mudah dibaca dan ramah untuk pemula, menjadikannya pilihan ideal untuk anak-anak yang baru mulai belajar coding. Saat ini tersedia banyak aplikasi Python untuk anak yang menyajikan pembelajaran secara menyenangkan, interaktif, dan sesuai dengan berbagai kelompok usia. Aplikasi-aplikasi ini dirancang untuk menyederhanakan konsep pemrograman yang kompleks dan melatih anak berpikir logis serta menyelesaikan masalah secara kreatif. Banyak dari aplikasi ini menggunakan permainan, animasi, dan tantangan langkah demi langkah untuk membantu anak membangun dasar yang kuat dalam bahasa pemrograman Python. Baik anak Anda masih baru di dunia coding maupun sudah penasaran bagaimana game atau situs web dibuat, daftar aplikasi ini bisa jadi langkah awal untuk memperkenalkan mereka ke dunia teknologi. Berikut 10 aplikasi Python terbaik untuk anak yang bisa dicoba di tahun 2025! 10 Aplikasi Python untuk Anak Belajar Coding di Tahun 2025 1. Tynker Fokus: Belajar Python melalui game dan puzzleTynker adalah platform populer yang menyediakan beragam kursus, dari level pemula hingga lanjutan, termasuk Python. Pembelajaran berbasis game membuat proses belajar jadi menyenangkan dan mudah dipahami, baik oleh anak maupun orang tua. Cara Menggunakan: Anak dapat memilih jalur pembelajaran Python, menyelesaikan tantangan, dan membuat proyek mini mereka sendiri dengan panduan dan umpan balik instan. 2. CodeCombat Fokus: Game petualangan dengan kode Python sungguhanCodeCombat menggabungkan belajar dan petualangan dalam satu aplikasi. Anak akan mengontrol karakter dalam game dengan menulis kode Python. Cocok untuk anak yang menyukai cerita dan bermain game. Cara Menggunakan: Anak memilih karakter, mempelajari “mantra” berupa kode, dan menyelesaikan level dengan menyusun kode Python untuk menyelesaikan masalah. 3. Trinket Fokus: Menulis dan berbagi kode Python langsung secara onlineTrinket memungkinkan anak menulis, menjalankan, dan membagikan kode Python langsung dari browser, tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan. Sederhana dan ideal untuk pemula. Cara Menggunakan: Anak bisa mencoba berbagai proyek Python, bereksperimen dengan kode, dan langsung melihat hasilnya. Cocok untuk kegiatan sekolah atau homeschooling. 4. SoloLearn Fokus: Aplikasi belajar Python versi mobileSoloLearn adalah aplikasi mobile yang menyediakan pelajaran Python dalam format singkat. Meskipun cocok untuk semua usia, anak SD kelas atas dan SMP bisa sangat terbantu dengan kursus dasar yang tersedia. Cara Menggunakan: Anak dapat login setiap hari, menyelesaikan pelajaran singkat, menjawab kuis, dan berdiskusi dengan komunitas pembelajar global. 5. Pythonista (khusus iOS) Fokus: Coding nyata di perangkat iPadPythonista adalah aplikasi Python tingkat lanjut yang menawarkan pengalaman pemrograman nyata di iPad. Cocok untuk anak yang sudah memiliki dasar coding sebelumnya. Cara Menggunakan: Anak dapat membuat aplikasi kecil, menjalankan skrip, dan mengeksplorasi cara kerja Python di perangkat mobile. 6. EduBlocks Fokus: Belajar Python dari coding blok ke teksEduBlocks membantu anak transisi dari coding berbasis blok seperti Scratch ke kode Python yang sesungguhnya. Ideal untuk memperkenalkan struktur sintaks Python. Cara Menggunakan: Anak tinggal drag and drop blok visual yang otomatis berubah menjadi kode Python asli, sehingga mereka bisa belajar sambil membangun kepercayaan diri. 7. PyGame Fokus: Membuat game dengan PythonJika anak Anda suka bermain game, PyGame bisa jadi pilihan menarik. PyGame adalah kumpulan modul Python yang dirancang untuk membuat game sederhana hingga kompleks. Cara Menggunakan: Anak dapat mengikuti tutorial untuk membuat game sederhana seperti Snake atau Pong, lalu meningkatkan level ke game interaktif lainnya. 8. Programming Hero Fokus: Belajar Python dengan cerita dan visualProgramming Hero mengajarkan Python melalui misi, cerita berwarna, dan elemen visual yang kreatif. Cocok untuk anak yang suka belajar melalui tampilan menarik. Cara Menggunakan: Anak menyelesaikan misi sambil mempelajari konsep Python seperti variabel, perulangan, dan fungsi dalam suasana seperti bermain game. 9. Blockly for Python Fokus: Belajar sintaks Python dengan blok visualBlockly adalah aplikasi coding visual drag-and-drop yang membantu anak memahami struktur Python sebelum mulai menulis kode secara manual. Cara Menggunakan: Anak menyusun program Python dengan menyusun blok visual yang mewakili kode Python, dan secara bertahap berpindah ke coding teks. 10. Kursus Python dari Timedoor Academy Fokus: Kelas online terstruktur dengan pendamping langsungTimedoor Academy menghadirkan pengalaman belajar Python yang menyenangkan dan terstruktur bagi anak. Semua pelajaran dirancang oleh instruktur ahli dan berfokus pada pembelajaran melalui proyek nyata. Cara Menggunakan: Anak dapat mencoba kelas trial gratis, mempelajari dasar-dasar Python, dan membangun game atau animasi dengan bimbingan mentor secara langsung. Mengapa Menggunakan Aplikasi Python untuk Anak? Aplikasi Python untuk anak bukan hanya alat bantu belajar. Mereka adalah platform untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, mendukung kreativitas, serta mengajarkan keterampilan penting dalam pemecahan masalah, logika, dan literasi digital. Tidak seperti metode belajar tradisional, aplikasi ini memungkinkan anak bereksperimen, belajar dari kesalahan, dan menghadapi tantangan secara interaktif. Python juga memiliki struktur sintaks yang bersih dan mudah dibaca, sangat cocok untuk pemula. Banyak sekolah dan institusi pendidikan kini memasukkan Python ke dalam kurikulum karena dianggap sebagai dasar kuat untuk belajar bahasa pemrograman lain dan materi STEM di masa depan. Dengan menggunakan aplikasi Python untuk anak, mereka bisa belajar sesuai kecepatan dan minatnya sendiri, serta membangun rasa percaya diri dalam keterampilan teknologi yang bisa berguna untuk masa depan karier mereka. Coba Kelas Gratis Bersama Timedoor Academy Ingin memberikan pengalaman belajar Python yang menyenangkan dan terarah untuk anak Anda? Timedoor Academy menyediakan kelas coding online interaktif yang dirancang khusus untuk anak-anak. Dengan pendampingan mentor secara langsung dan sistem belajar berbasis proyek, anak bisa membuat game, website, dan animasi sambil mempelajari Python sungguhan. Yuk, coba kelas gratisnya hari ini dan mulailah perjalanan coding anak Anda bersama salah satu platform edukasi teknologi terbaik di Asia!
float button