Jul 15, 2022

Program Mitra Tempat – Kursus Coding

Program Mitra Tempat – Kursus Coding image

Ruangan Anda Menjadi Pusat Pendidikan Masa Depan

Timedoor Academy dengan antusias sedang menjelajahi potensi untuk membuka cabang Offline di daerah Anda. Jika Anda memiliki ruang kosong, kami mengundang Anda untuk mempertimbangkan kerjasama dengan kami dan menemukan peluang untuk menghasilkan pendapatan pasif melalui sekolah coding kami. Ini adalah kesempatan untuk berkontribusi pada pertumbuhan komunitas Anda dengan menyediakan sumber daya pendidikan yang berharga sambil juga mendapatkan manfaat finansial dari kolaborasi ini. Mari bergabung bersama untuk menciptakan dampak positif bersama-sama.
 

Model bisnis

– Bagi hasil penjualan
(Bukan Model Franchise)
 

Keuntungan

– Semua sistem operasional, manajemen, dan staff dari pihak Timedoor Academy
– Anda dapat menghasilkan pendapatan pasif dengan ruangan kosong yang tidak digunakan
– Ada efek sinergi dengan bisnis Anda
– Tanpa biaya investasi, tanpa resiko
 

Cocok untuk

– Pemilik Ruko
– Sekolah
– Pusat Pembelajaran
– Co-Working Space
– Klub Rekreasi
 

Persyaratan

– Minimal 3 ruangan, Idealnya 7 ruangan untuk Kelas (atau kelas besar yang bisa kita partisi menjadi beberapa kelas)
– Jam operasional 15:00 – 21:00 Weekdays, 08:00 – 18:00 Weekend

 

Hubungi Kami untuk gabung mitra bisnis kami
 

Artikel Lainnya

Bagaimana VR dalam Pendidikan Anak Mengubah Cara Belajar Anak di 2025
Bagaimana VR dalam Pendidikan Anak Mengubah Cara Belajar Anak di 2025
Seiring berkembangnya teknologi, cara anak-anak belajar pun ikut berubah. Salah satu inovasi yang mulai banyak digunakan adalah Virtual Reality atau VR. Kini, penggunaan VR dalam pendidikan anak bukan lagi hal futuristik. Dari ruang kelas hingga ruang tamu, VR membantu proses belajar menjadi lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami. Artikel ini akan membahas bagaimana VR mulai diterapkan dalam dunia pendidikan anak, manfaatnya, contoh penggunaannya, serta cara orang tua dan sekolah dapat mulai beradaptasi dengan metode ini. Apa Itu VR dalam Konteks Pendidikan? Virtual reality adalah teknologi simulasi digital yang memungkinkan penggunanya masuk ke dalam dunia tiga dimensi yang terasa nyata. Dalam konteks pendidikan, teknologi ini memberikan pengalaman belajar yang benar-benar mendalam. Anak tidak hanya membaca tentang luar angkasa, tetapi bisa merasakan bagaimana berada di antara planet-planet. Mereka tidak hanya melihat gambar tubuh manusia, tetapi bisa menjelajah organ-organ secara visual dan interaktif. Inilah yang membuat VR dalam pendidikan anak menjadi pendekatan yang lebih menyenangkan dan efektif dibandingkan metode belajar konvensional. Dari Belajar Pasif ke Pengalaman Interaktif Metode belajar tradisional biasanya mengandalkan buku teks, catatan, dan gambar dua dimensi. Meskipun tetap berguna, pendekatan ini tidak selalu menarik bagi semua anak. Dengan VR, belajar berubah menjadi eksplorasi yang melibatkan pancaindra. Misalnya, ketika mempelajari tentang gunung berapi, anak bisa berjalan di dalam simulasi kawah dan melihat aliran lava. Pengalaman seperti ini membangkitkan rasa ingin tahu dan membantu anak memahami konsep yang sebelumnya terasa abstrak. Manfaat Utama VR dalam Pendidikan Anak 1. Meningkatkan Fokus dan Motivasi Teknologi VR menghadirkan unsur bermain ke dalam proses belajar. Anak merasa seperti sedang bermain, padahal sebenarnya sedang menyerap materi pelajaran. Ini membuat mereka lebih fokus dan bersemangat. 2. Membantu Anak Mengingat Lebih Baik Anak-anak akan lebih mudah mengingat sesuatu yang mereka alami sendiri. Dengan VR, mereka bisa langsung “mengalami” materi yang dipelajari, bukan hanya mendengarkan atau membaca. Ini membantu daya ingat jangka panjang. 3. Simulasi Aman untuk Topik yang Sulit Beberapa materi seperti eksperimen kimia atau kunjungan ke tempat berbahaya tidak bisa dilakukan secara langsung. Di sinilah VR menawarkan solusi. Anak bisa melakukan simulasi tanpa risiko nyata. 4. Belajar Mandiri dan Fleksibel VR memungkinkan anak belajar dengan kecepatan mereka sendiri. Mereka bisa mengulang pelajaran yang belum paham atau menjelajahi topik yang mereka minati lebih jauh. Ini menumbuhkan sikap belajar mandiri sejak dini. 5. Mendukung Berbagai Gaya Belajar Setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda. Ada yang visual, ada yang kinestetik. VR menggabungkan berbagai elemen seperti gambar, gerakan, dan suara, sehingga cocok untuk berbagai tipe pembelajar. Contoh Penggunaan VR di Dunia Pendidikan Beberapa sekolah dan platform edukasi sudah menerapkan VR dalam pendidikan anak, di antaranya: Google Expeditions: Anak bisa mengikuti tur virtual ke tempat seperti Piramida Mesir atau dasar laut. VictoryXR: Menawarkan pelajaran sains dalam bentuk laboratorium virtual. ClassVR: Menyediakan konten kurikulum dalam bentuk pengalaman VR yang mudah diakses guru dan siswa. Teknologi ini telah digunakan untuk meningkatkan pemahaman dalam pelajaran sains, sejarah, dan bahkan seni. Bagaimana Orang Tua dan Guru Bisa Memulainya Mengintegrasikan VR ke dalam proses belajar anak tidak selalu membutuhkan biaya besar. Banyak aplikasi edukasi berbasis VR yang bisa digunakan dengan ponsel dan headset sederhana seperti Google Cardboard. Beberapa langkah awal yang bisa dilakukan antara lain: Unduh aplikasi edukasi VR terpercaya Gunakan headset sederhana yang ramah anak Dampingi anak saat belajar dan batasi waktu layar secara bijak Guru juga bisa menyisipkan materi VR ke dalam pelajaran yang sudah ada, selama disesuaikan dengan usia dan tujuan pembelajaran. Hal yang Perlu Diperhatikan Meski menjanjikan, penggunaan VR tetap perlu dikontrol. Beberapa hal yang perlu diperhatikan: Pendampingan: Anak usia dini tetap butuh bimbingan saat menggunakan teknologi ini Keseimbangan: VR sebaiknya menjadi pelengkap, bukan pengganti kegiatan fisik dan sosial Kualitas Konten: Pastikan aplikasi dan materi yang digunakan memiliki nilai edukatif Kebutuhan Teknis: Gunakan perangkat yang aman dan sesuai usia Dengan pengawasan dan pendekatan yang tepat, VR dalam pendidikan anak dapat menjadi alat bantu belajar yang luar biasa. Masa Depan Belajar yang Lebih Menyenangkan Tahun 2025 menjadi momen penting di mana VR dalam pendidikan anak mulai digunakan lebih luas. Anak-anak bukan hanya sekadar belajar, tapi benar-benar mengalami pembelajaran. Teknologi ini mengubah cara mereka memahami dunia, membangun keterampilan, dan menemukan minat. Seiring harga perangkat yang semakin terjangkau dan konten yang terus berkembang, semakin banyak sekolah dan keluarga yang akan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang imersif ini. Dukung Pembelajaran Anak Bersama Timedoor Academy Ingin anak belajar dengan cara yang menyenangkan dan sesuai zaman? Timedoor Academy menyediakan kelas online interaktif seperti coding, robotika, matematika, dan kreativitas digital. Meski tidak seluruhnya menggunakan VR, semua kelas kami dirancang agar menarik, fleksibel, dan cocok untuk anak digital masa kini. Daftarkan anak Anda di kelas percobaan gratis Timedoor Academy dan rasakan sendiri bagaimana teknologi bisa membuat belajar jadi lebih menyenangkan dari rumah.
Anak BeLajar coding di Rumah
DIY Coding Yang Bisa Anda Lakukan Bersama Anak di Rumah – Belajar dan Berkreasi Bersama!
Jika anak-anak Anda tertarik dengan dunia teknologi, mereka pasti akan senang mengeksplorasi coding dan membuat sesuatu yang bisa mereka interaksikan. Dan tahukah Anda? Coding itu tidak sesulit yang dibayangkan! Ini adalah pengalaman belajar yang menyenangkan dan edukatif yang bisa Anda dan anak-anak nikmati bersama. Di Timedoor Academy, kami percaya pada kekuatan belajar melalui praktek. Proyek coding DIY tidak hanya mengajarkan keterampilan coding dasar, tetapi juga memicu kreativitas, pemecahan masalah, dan kerjasama tim. Kenapa tidak terjun ke dunia coding dan libatkan anak Anda dalam aktivitas belajar yang menarik hari ini? Untuk memulai, kami telah menyusun daftar aktivitas coding yang menyenangkan yang sempurna untuk anak-anak usia 6 hingga 12 tahun. Ayo, jadikan belajar dan coding petualangan seru di rumah! 1. Membuat Animasi Sederhana Dengan Coding Menggunakan Scratch Scratch adalah bahasa pemrograman visual yang ramah untuk pemula, yang memungkinkan anak-anak membuat cerita, game, dan animasi mereka sendiri. Dengan Scratch, anak-anak bisa membuat proyek interaktif hanya dengan menyeret dan menjatuhkan blok kode. Ide Proyek: • Buat animasi sederhana di mana karakter bergerak di layar atau saling berinteraksi. Misalnya, buat cerita di mana seekor kucing berbicara dengan anjing, atau karakter yang menari! Kenapa Ini Menarik? • Scratch mengajarkan anak-anak konsep dasar seperti urutan, perulangan, dan penanganan kejadian. Selain itu, ini adalah cara yang menyenangkan bagi anak-anak untuk mengeksplorasi kreativitas mereka! 2. Membuat Coding Website Interaktif dengan HTML & CSS Ingin mengenalkan anak Anda pada dunia pengembangan web? Mulailah dengan dasar-dasar HTML (struktur situs web) dan CSS (penataan). Alat yang sederhana ini adalah dasar dari kebanyakan situs web dan merupakan cara yang bagus untuk mengajarkan coding sambil membangun sesuatu yang nyata. Ide Proyek: • Bantu anak Anda mendesain website pertama mereka—mungkin sebuah halaman pribadi, blog keluarga, atau situs tentang hobi favorit mereka. Tambahkan elemen menyenangkan seperti perubahan warna, tombol, dan gambar untuk membuatnya lebih unik! Kenapa Ini Menarik? • HTML dan CSS mudah dipelajari dan memberikan rasa pencapaian yang luar biasa begitu anak melihat situs mereka secara langsung. Ini juga keterampilan praktis yang bisa menginspirasi proyek web masa depan. 3. Membuat Game Pet Virtual Dengan Coding Menggunakan Scratch atau Python Untuk proyek yang lebih menantang, Anda bisa mengenalkan anak Anda pada game berbasis teks atau grafis. Mulailah dengan Scratch untuk pengalaman yang lebih mudah, atau pindah ke Python untuk game yang lebih mendetail dan berbasis kode. Ide Proyek: • Buat game pet virtual sederhana di mana pemain dapat memberi makan, bermain, dan merawat hewan peliharaan mereka. Game ini bisa melibatkan timer untuk merawat pet dan memberikan poin saat tugas dilakukan dengan benar. Kenapa Ini Menarik? • Proyek ini mengajarkan desain game, logika, dan kondisi (misalnya, "Jika Anda memberi makan pet, ia menjadi lebih bahagia"). Ini adalah cara yang sempurna untuk memperkenalkan anak pada pemrograman yang lebih kompleks sambil membuat game yang menyenangkan! 4. Membuat Proyek Seni Digital Dengan Coding Menggunakan Tynker Tynker adalah platform coding yang hebat untuk anak-anak yang mengajarkan coding lewat pelajaran interaktif yang menyenangkan. Ini adalah cara yang bagus untuk belajar coding sambil berkreasi. Ide Proyek: • Gunakan Tynker untuk membuat gambar digital atau animasi. Anak bisa membuat gambar mereka hidup dengan menggunakan blok kode dasar untuk menganimasikan bentuk atau objek! Kenapa Ini Menarik? • Tynker membuat belajar coding terasa seperti proyek seni yang kreatif. Ini adalah cara yang menyenangkan bagi anak-anak untuk menggabungkan minat mereka pada seni dan coding! 5. Membuat Robot DIY dengan Kit Coding Jika Anda memiliki akses ke kit coding seperti LEGO Mindstorms, LittleBits, atau kit robotik lainnya, ini adalah proyek praktis yang sempurna untuk mengenalkan anak pada dunia coding. Ide Proyek: • Bangun dan program robot yang bisa bergerak, mendeteksi objek, atau mengikuti perintah sederhana. Anda bahkan bisa membuat tantangan di mana robot harus menavigasi labirin atau melakukan tugas, seperti mengambil benda-benda kecil. Kenapa Ini Menarik? • Robotika mengenalkan anak pada kedua aspek perangkat keras dan perangkat lunak, menjembatani dunia fisik dan digital. Ini mendorong pemecahan masalah, berpikir kritis, dan kerjasama. 6. Membuat Pembuat Musik Dengan Coding Jika anak Anda menyukai musik, menggabungkannya dengan coding bisa menjadi proyek yang seru. Ada beberapa platform yang memungkinkan anak-anak membuat musik menggunakan kode. Ide Proyek: • Bantu anak Anda membuat generator musik sederhana yang memainkan berbagai suara atau irama berdasarkan input tertentu. Platform seperti Sonic Pi memungkinkan anak membuat musik dengan kode dan bahkan menciptakan ritme dan melodi! Kenapa Ini Menarik? • Proyek ini menggabungkan kreativitas dengan coding, memberi anak-anak cara yang menyenangkan untuk berinteraksi dengan musik dan teknologi. 7. Membuat Cerita Pilih-Adventure Sendiri Dengan Coding Salah satu cara yang menyenangkan untuk belajar coding adalah dengan membuat cerita interaktif, seperti game “Choose Your Own Adventure”. Anda bisa menggunakan platform sederhana seperti Twine yang memungkinkan anak-anak menulis cerita dengan pilihan berbasis kode. Ide Proyek: • Tulis cerita interaktif di mana pembaca dapat memilih jalan cerita, yang akan mengarah pada hasil yang berbeda. Misalnya, “Haruskah karakter pergi ke kiri atau kanan?” Cerita akan bercabang dari sana! Kenapa Ini Menarik? • Ini mengajarkan anak-anak logika, urutan, dan bagaimana keputusan dalam coding bisa memengaruhi hasil. Selain itu, ini adalah cara yang bagus untuk anak-anak berlatih menulis dan bercerita. Coding Itu Seru dan Bermanfaat! Di Timedoor Academy, kami percaya bahwa belajar coding itu tidak hanya tentang keterampilan teknis—tapi juga tentang memicu rasa ingin tahu, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis. Dengan mengikuti proyek DIY coding ini, Anda tidak hanya mengajarkan keterampilan pemrograman yang berharga kepada anak, tapi juga mempererat hubungan melalui pengalaman kreatif bersama. Jadi, ambil alat Anda, mulai coding, dan yang terpenting, nikmati waktu bersama anak Anda! Ingat, cara terbaik untuk belajar adalah dengan melakukannya—dan tidak ada cara yang lebih baik untuk belajar bersama selain melalui proyek kreatif yang menyenangkan. Siap untuk menggali lebih dalam tentang coding? Bergabunglah dengan salah satu kelas coding online di Timedoor Academy dan dukung perjalanan belajar anak Anda dalam lingkungan yang terstruktur, menyenangkan, dan penuh dukungan. Kami menawarkan Free Trial untuk memberikan pengalaman belajar pertama tanpa biaya, sehingga anak Anda dapat mencoba kelas kami sebelum memutuskan untuk melanjutkan. Kursus kami dirancang untuk membantu anak-anak mengembangkan keterampilan coding mereka sambil tetap menikmati setiap langkahnya. Kunjungi website kami atau hubungi tim kami untuk informasi lebih lanjut tentang kursus terbaik untuk anak Anda, termasuk cara mendapatkan free trial yang kami tawarkan!
cara mengurangi screen time pada anak
Cara Mengurangi Screen Time pada Anak Dan Meningkatkan Aktivitas Fisik
Seiring dengan maraknya alat teknologi canggih—mulai dari TV, tablet, smartphone, hingga laptop, banyak orang tua saat ini bertanya-tanya: bagaimana cara mengurangi screen time pada anak tanpa harus berdebat setiap hari? Dengan semakin banyaknya kegiatan belajar, hiburan, dan interaksi sosial yang dilakukan secara online, anak-anak menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar daripada sebelumnya. Padahal, screen time berlebihan bisa berdampak pada kesehatan fisik, kualitas tidur, bahkan kondisi emosional anak. Lalu bagaimana cara menyeimbangkannya? Artikel ini membagikan tips praktis untuk mengurangi waktu layar sekaligus mendorong anak lebih aktif secara fisik, agar mereka tumbuh lebih sehat dan seimbang.   Kenapa Screen Time Perlu Dikurangi? Memahami cara mengurangi screen time pada anak dimulai dari mengetahui dampaknya. Menurut American Academy of Pediatrics, anak usia di atas lima tahun sebaiknya tidak menghabiskan lebih dari dua jam per hari untuk screen time (di luar kebutuhan belajar). Terlalu sering menatap layar bisa menyebabkan: Ketegangan mata dan postur tubuh yang buruk Gangguan tidur Kenaikan berat badan dan lesu Penurunan fokus dan kreativitas Sebaliknya, aktivitas fisik yang rutin bermanfaat untuk: Pertumbuhan yang sehat dan tulang yang kuat Suasana hati yang lebih baik dan fokus yang meningkat Pola tidur yang teratur Kemampuan sosial dan kerja sama tim   1. Buat Aturan dan Jadwal yang Konsisten Langkah pertama dalam menerapkan cara mengurangi screen time pada anak adalah dengan menetapkan batasan yang jelas. Anak-anak cenderung lebih nyaman dengan rutinitas, dan jadwal yang konsisten membantu mereka belajar disiplin. Alternatif: Tetapkan waktu bebas gadget di pagi dan malam hari Gunakan timer atau aplikasi untuk membatasi durasi Jangan letakkan perangkat di kamar tidur, terutama menjelang tidur Berikan reward untuk aktivitas tanpa layar 2. Ganti Screen Time Pasif dengan Aktivitas Kreatif Tidak semua screen time itu buruk. Tapi penting untuk mengarahkan anak ke aktivitas yang lebih kreatif atau menggantinya dengan kegiatan fisik. Alternatif: Ajak anak menggambar, menyusun puzzle, atau kerajinan tangan Tukar tontonan pasif dengan video edukatif yang interaktif Gunakan aplikasi musik untuk mengajak mereka menari Daftarkan anak ke les olahraga seperti berenang atau bela diri 3. Jadi Contoh yang Baik Anak-anak meniru kebiasaan orang dewasa. Kalau orang tua terus-menerus bermain ponsel, tentu lebih sulit meminta anak menjauh dari layar. Menjadi panutan adalah cara yang sangat efektif untuk menunjukkan cara mengurangi screen time pada anak. Alternatif: Membaca buku saat anak sedang bermain Jauhkan ponsel saat makan bersama Ajak jalan sore sebagai pengganti nonton TV Bermain permainan fisik bersama anak 4. Libatkan Anak dalam Merancang Waktu Screen Time Saat anak dilibatkan dalam perencanaan aktivitas, mereka akan lebih bersemangat untuk menjalankannya. Coba ajak anak menyusun jadwal mingguan bebas layar. Alternatif: Buat toples ide aktivitas seperti bersepeda, membuat kue, atau petak umpet Gunakan stiker sebagai penghargaan screen-free time Biarkan anak memilih permainan keluarga atau rencana akhir pekan 5. Bangun Rutinitas Fisik yang Menyenangkan Menyeimbangkan screen time dengan gerak tubuh tidak harus lewat olahraga formal. Cari tahu apa yang mereka suka, lalu kembangkan dari situ. Alternatif: Rancang rintangan di halaman rumah Selipkan sesi menari di sela belajar Yoga keluarga atau stretching bareng Tonton video gerak pendek khusus anak Ubah kegiatan rumah jadi lomba kecil yang seru 6. Gunakan Teknologi yang Mendorong Aktivitas Fisik Mengaplikasikan cara mengurangi screen time pada anak.sepenuhnya mungkin tidak realistis. Tapi teknologi juga bisa dipakai untuk menggerakkan anak, jika digunakan secara bijak. Alternatif: Aplikasi menari seperti GoNoodle Game AR yang mendorong anak berjalan atau bergerak Video game olahraga seperti Ring Fit Platform belajar yang menyisipkan jeda aktivitas fisik 7. Ciptakan Tradisi Bebas Screen Time Luangkan waktu berkualitas bersama keluarga dengan kegiatan yang tidak melibatkan layar. Kebiasaan ini akan mempererat hubungan dan menunjukkan bahwa bersenang-senang tidak selalu harus lewat gadget. Alternatif: Malam masak bareng keluarga Jalan-jalan ke taman atau alam terbuka Berkebun atau proyek DIY bersama Ikut kegiatan sosial atau komunitas lokal Menerapkan cara mengurangi screen time pada anak bukan berarti harus melarang penggunaan gadget sepenuhnya. Yang penting adalah membangun rutinitas yang sehat dan seimbang. Ketika waktu layar dipadukan dengan aktivitas fisik, anak jadi lebih fokus, kreatif, dan tangguh secara emosional. Dengan keterlibatan orang tua, aturan yang jelas, dan kegiatan seru sebagai pengganti, anak-anak bisa tumbuh dengan pola hidup yang aktif tanpa kehilangan manfaat positif dari teknologi.   Screen Time yang Sehat Dimulai di Timedoor Academy Ingin menjadikan screen time anak lebih bermanfaat? Di Timedoor Academy, anak-anak bisa belajar coding, animasi, dan proyek digital lainnya dalam lingkungan yang menyenangkan dan terstruktur. Didampingi oleh guru secara langsung dan jadwal fleksibel, program kami membantu membentuk kebiasaan digital yang sehat dan berpikir kritis. Coba kelas gratisnya dan lihat bagaimana anak bisa menikmati screen time dengan cara yang lebih cerdas dan seimbang. Kunjungi Timedoor Academy untuk mulai hari ini.
float button