May 05, 2025

Cara Menggunakan Figma untuk Anak: Panduan Terbaru 2025

Cara Menggunakan Figma untuk Anak: Panduan Terbaru 2025 image

Di era digital seperti sekarang, keterampilan desain grafis menjadi salah satu keahlian yang semakin penting untuk dimiliki, bahkan sejak usia dini. Tidak hanya berguna untuk membuat gambar atau ilustrasi, desain juga membantu anak mengembangkan kreativitas, logika visual, dan kemampuan berpikir sistematis. Salah satu tools desain yang populer dan bisa dikenalkan sejak awal adalah Figma. Artikel ini akan membahas cara menggunakan Figma untuk anak dengan pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Figma dikenal sebagai platform desain berbasis web yang banyak digunakan oleh profesional UI/UX dan desainer grafis. Namun, karena tampilannya intuitif dan mendukung kolaborasi langsung, Figma juga cocok digunakan sebagai media belajar desain untuk anak-anak, terutama yang mulai tertarik membuat desain digital seperti poster, undangan, layout aplikasi, atau game sederhana.

Mengapa Anak Perlu Belajar Desain Digital?

Desain digital bukan hanya soal estetika, tapi juga soal komunikasi. Anak-anak yang belajar desain akan lebih terbiasa menyampaikan ide secara visual, memahami struktur informasi, serta berani bereksperimen. Desain juga membuka pintu ke berbagai bidang teknologi dan seni, mulai dari ilustrasi, pengembangan aplikasi, animasi, hingga branding.

Dengan cara menggunakan Figma untuk anak, proses belajar desain jadi lebih menyenangkan karena anak dapat langsung mencoba, mengatur ulang, dan mengeksplorasi elemen desain dengan cepat tanpa harus mengunduh aplikasi tambahan.

Persiapan Sebelum Menggunakan Figma

Sebelum mulai, berikut beberapa hal yang perlu disiapkan:

  • Akun Figma: Buat akun gratis di figma.com. Gunakan akun orang tua atau dampingi anak saat mendaftar.
  • Perangkat yang Mendukung: Figma berjalan lancar di laptop atau komputer dengan koneksi internet stabil.
  • Tema Desain Sederhana: Tentukan proyek awal yang mudah, misalnya membuat kartu ucapan atau desain karakter favorit.

Manfaat Menggunakan Figma untuk Anak

Berikut beberapa manfaat menggunakan Figma untuk anak sebagai media belajar:

  • Melatih kreativitas dan estetika visual
  • Meningkatkan kemampuan logika melalui pengaturan layout
  • Mengembangkan kepercayaan diri lewat hasil desainnya sendiri
  • Belajar kolaborasi jika digunakan bersama teman atau dalam kelas online

Langkah Sederhana Menggunakan Figma untuk Anak

Berikut ini adalah langkah-langkah konkrit untuk mulai cara menggunakan Figma untuk anak, lengkap dengan fitur dan panduan penggunaannya:

1. Kenalkan Tampilan Dasar dan Navigasi

cara menggunakan figma untuk anak

Setelah login ke akun Figma, bantu anak mengenal elemen utama di dalam workspace:

  • Canvas: area kosong tempat membuat desain
  • Toolbar atas: alat-alat seperti Move, Frame, Shape, Text
  • Panel kiri: menampilkan struktur objek (layer)
  • Panel kanan: untuk mengatur warna, ukuran, posisi, dan efek

Ajak anak bermain-main dulu, seperti menggambar bentuk lingkaran, kotak, dan mengganti warnanya. Ini membantu mereka mengenal fitur dasar tanpa tekanan. Panduan ini juga berguna sebagai cara menggunakan Figma untuk anak yang bisa diterapkan secara bertahap.

2. Membuat Proyek Baru

Klik New Design File, beri nama file yang menarik agar anak semangat. Lalu:

  • Buat Frame berukuran A4 atau layar ponsel
  • Tambahkan bentuk dari menu Shape, lalu ubah warna di panel kanan
  • Tambahkan tulisan dengan Text Tool, ganti ukuran, font, dan posisi

Cara menggunakan Figma untuk anak di tahap ini terasa seperti menggambar bebas di atas kertas digital. Panduan ini juga berguna untuk mempermudah proses belajar anak secara mandiri.

3. Menambahkan Gambar dan Ilustrasi

Agar desain lebih hidup, anak bisa menambahkan gambar dengan:

  • Klik File > Place Image, lalu pilih dari komputer
  • Drag gambar ke canvas
  • Gunakan plugin seperti Unsplash untuk mencari gambar gratis

Anak bisa membuat kolase atau kartu ucapan digital dengan foto atau karakter favorit mereka. Ini juga merupakan salah satu praktik dari cara menggunakan Figma untuk anak dalam kehidupan sehari-hari.

4. Mendesain Layout Aplikasi atau Game Sederhana

Untuk anak yang lebih besar, ajarkan membuat layout aplikasi dasar:

  • Buat Frame dengan ukuran iPhone 14 atau Android
  • Tambahkan judul, ikon, dan tombol
  • Gunakan fitur Components agar bisa menduplikasi elemen
  • Simulasikan perpindahan antar layar dengan Prototype Mode

Ini bisa jadi latihan awal untuk memahami alur aplikasi dan logika visual. Pendekatan ini merupakan bagian dari cara menggunakan Figma untuk anak yang sudah mulai tertarik dengan UI/UX.

5. Kolaborasi dan Presentasi

Figma memungkinkan kolaborasi langsung. Anak bisa:

  • Klik Share dan masukkan email orang tua atau teman
  • Melihat desain dalam Presentation Mode
  • Menerima komentar langsung di canvas, belajar memberi dan menerima masukan

Fitur ini sangat bermanfaat jika anak mengikuti kelas online atau ingin menunjukkan hasil karyanya ke guru. Cara menggunakan Figma untuk anak bisa dikembangkan lebih lanjut melalui kerja tim dan feedback.

Gabungkan dengan Kelas Desain Online

Agar proses belajar lebih terarah, anak bisa mengikuti kelas desain online khusus anak. Timedoor Academy menawarkan program belajar desain digital berbasis proyek yang disesuaikan dengan usia dan gaya belajar anak. Belajar cara menggunakan Figma untuk anak akan lebih mudah jika didampingi mentor yang sabar dan berpengalaman.

Tips Orang Tua dalam Mendampingi

Agar pengalaman anak lebih positif, orang tua bisa:

  • Mendampingi di awal, lalu beri ruang eksplorasi
  • Bertanya tentang desain yang dibuat agar anak merasa dihargai
  • Tidak menuntut hasil yang sempurna
  • Mengajak anak untuk mencoba bersama sesekali

Siap Membuka Dunia Desain untuk Anak?

Mengembangkan kreativitas digital anak bisa dimulai dengan tools sederhana seperti Figma. Dengan pendekatan yang ringan dan menyenangkan, cara menggunakan Figma untuk anak dapat menjadi aktivitas yang mengasah logika, melatih estetika, sekaligus memperkenalkan mereka pada dunia teknologi.

 Image

Timedoor Academy siap menjadi partner Anda dalam mengenalkan dunia desain digital kepada anak. Melalui kelas online yang interaktif dan instruktur yang ramah, anak-anak bisa belajar mendesain dengan percaya diri. Coba kelas gratisnya sekarang dan temukan potensi desain si kecil sejak dini!

Artikel Lainnya

Cheap Laptops For Kids
10 Rekomendasi Laptop Murah untuk Anak 2025: Harga dan Spesifikasi Terbaru
Di era pembelajaran digital, laptop menjadi alat penting dalam mendukung aktivitas belajar anak. Mulai dari kelas online, tugas sekolah, hingga aktivitas kreatif seperti membuat animasi atau belajar coding, semua bisa dilakukan dari layar laptop. Maka dari itu, penting bagi orang tua untuk memberikan perangkat yang sesuai tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Dalam artikel ini, kami menyajikan rekomendasi laptop murah untuk anak tahun 2025, dengan memperhatikan kualitas, spesifikasi, serta harga yang ramah di kantong. Semua laptop dalam daftar ini cocok untuk anak SD hingga SMP yang membutuhkan perangkat belajar dengan performa stabil. Apa yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Laptop Murah untuk Anak? Memilih laptop murah untuk anak tidak bisa sembarangan. Ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan: 1. Harga TerjangkauIdealnya berkisar antara Rp3 juta hingga Rp6 jutaan, cukup untuk spesifikasi dasar yang mendukung pembelajaran tanpa memberatkan anggaran. 2. RAM dan PenyimpananMinimal 4 GB RAM dan 64–256 GB penyimpanan SSD agar laptop bisa digunakan untuk membuka aplikasi belajar, browsing, hingga video call. 3. Baterai Tahan LamaBaterai yang awet 6–10 jam akan memudahkan anak belajar tanpa harus sering mengisi daya. 4. Layar dan BobotUkuran 11–14 inci sudah cukup untuk anak, terutama agar lebih mudah dibawa ke sekolah atau les. 5. Sistem OperasiLaptop dengan Windows 10/11 atau ChromeOS biasanya memiliki dukungan aplikasi edukasi yang lengkap. 10 Rekomendasi Laptop Murah untuk Anak 2025 Berikut ini adalah 10 laptop murah untuk anak yang direkomendasikan berdasarkan spesifikasi dan harganya yang bersahabat per April 2025: 1. ASUS Chromebook C204 Harga: Sekitar Rp3.200.000Layar: 11.6 inci HDProsesor: Intel Celeron N4000RAM & Storage: 4 GB RAM, 32 GB eMMCBaterai: Hingga 10 jam Tangguh, ringan, dan tahan banting. Cocok untuk anak SD yang aktif. 2. Lenovo IdeaPad Slim 1 Harga: Sekitar Rp4.000.000Layar: 14 inci HDProsesor: AMD 3020eRAM & Storage: 4 GB RAM, 64 GB eMMCBaterai: Hingga 8 jam Minimalis dan cukup tangguh untuk keperluan belajar harian anak sekolah dasar. 3. Acer Aspire 3 Slim A314 Harga: Sekitar Rp4.500.000Layar: 14 inci HDProsesor: Intel Celeron N4500RAM & Storage: 4 GB RAM, 256 GB SSDBaterai: Hingga 9 jam Cocok untuk anak yang mulai tertarik dengan coding dasar atau desain grafis ringan. 4. HP Chromebook 11A G8 Harga: Sekitar Rp3.400.000Layar: 11.6 inci HDProsesor: AMD A4RAM & Storage: 4 GB RAM, 32 GB eMMCBaterai: Hingga 10 jam Penggunaan ChromeOS membuatnya aman dan mudah digunakan oleh anak-anak. 5. Zyrex Sky 232 S2 Harga: Sekitar Rp3.000.000Layar: 14 inci Full HDProsesor: Intel Celeron N3350RAM & Storage: 4 GB RAM, 128 GB SSDBaterai: Hingga 7 jam Laptop lokal yang cocok untuk aktivitas belajar dasar dan browsing ringan. 6. Axioo MyBook 14E Harga: Sekitar Rp3.500.000Layar: 14 inci HDProsesor: Intel Celeron N4020RAM & Storage: 4 GB RAM, 128 GB SSDBaterai: Hingga 8 jam Ringan dan cocok untuk anak SMP yang memiliki mobilitas tinggi. 7. Samsung Chromebook 4 Harga: Sekitar Rp4.000.000Layar: 11.6 inci HDProsesor: Intel Celeron N4000RAM & Storage: 4 GB RAM, 32 GB eMMCBaterai: Hingga 12.5 jam Simpel, hemat daya, dan ideal untuk tugas-tugas dasar anak usia sekolah dasar. 8. Dell Inspiron 11 3180 Harga: Sekitar Rp4.200.000Layar: 11.6 inci HDProsesor: AMD A9RAM & Storage: 4 GB RAM, 64 GB eMMCBaterai: Hingga 9 jam Tampilan elegan dan performa cukup untuk aktivitas belajar daring. 9. Lenovo Chromebook 3 14 Harga: Sekitar Rp4.500.000Layar: 14 inci HDProsesor: MediaTek MT8183RAM & Storage: 4 GB RAM, 64 GB eMMCBaterai: Hingga 10 jam Ideal untuk anak yang sering menggunakan Google Classroom atau Zoom 10. HP Stream 11 Harga: Sekitar Rp3.600.000Layar: 11.6 inci HDProsesor: Intel Celeron N4020RAM & Storage: 4 GB RAM, 64 GB eMMCBaterai: Hingga 10 jam Pilihan ekonomis untuk sekolah online dan tugas-tugas ringan. Laptop Murah Untuk Anak Sebagai Bentuk Dukungan Orang Tua Memberikan laptop murah untuk anak bukan soal harga semata, tapi tentang bagaimana perangkat tersebut bisa menjadi jembatan untuk belajar, bereksplorasi, dan menciptakan hal-hal baru. Namun, teknologi tanpa arahan yang tepat bisa jadi hanya sekadar hiburan. Maka dari itu, yuk arahkan penggunaan laptop ke arah yang lebih bermanfaat! Di Timedoor Academy, kami menyediakan kelas coding, animasi, dan keterampilan digital lainnya untuk anak usia 7–18 tahun. Semua kelas dirancang interaktif, menyenangkan, dan dipandu oleh mentor profesional. Yang paling penting, anak bisa coba dulu lewat kelas percobaan gratis loh! Kunjungi halaman sosial media kami dan daftarkan anak ke kelas uji coba gratis hari ini. Jadikan laptop barunya sebagai langkah pertama menuju masa depan digital yang cerah.
8 Alasan Mengapa Anak Anda Perlu Ikut Kelas Coding
8 Alasan Mengapa Anak Anda Perlu Ikut Kelas Coding
Di era digital yang serba cepat seperti sekarang, coding bukan lagi keterampilan eksklusif bagi para profesional teknologi. Saat ini, coding sudah jadi salah satu bentuk literasi dasar, sama pentingnya dengan membaca, menulis, atau berhitung. Anak-anak tumbuh di tengah dunia yang dipenuhi teknologi—dari video YouTube, game online, sampai perangkat pintar yang mereka gunakan setiap hari. Daripada hanya menjadi penikmat teknologi, kenapa tidak ajarkan anak untuk jadi penciptanya? Di sinilah peran penting kelas coding. Program ini membekali anak dengan keterampilan berharga yang jauh melampaui layar. Berikut 8 alasan kenapa kelas coding bisa jadi salah satu keputusan terbaik untuk masa depan anak Anda: 1. Kelas Coding Melatih Kemampuan Problem Solving Anak Pada dasarnya, coding adalah tentang memecahkan masalah. Anak belajar bagaimana membagi tantangan besar jadi langkah-langkah kecil, mencoba berbagai solusi, dan tidak menyerah saat gagal. Proses ini melatih logika dan kesabaran mereka. Bayangkan anak Anda sedang membuat game sederhana. Karakternya seharusnya bisa melompat saat tombol ditekan, tapi tidak berhasil. Mereka akan mulai bertanya: "Apa yang salah? Apakah perintahnya benar?" Proses mencari tahu ini membangun kemampuan berpikir kritis yang sangat berguna di sekolah dan kehidupan sehari-hari. 2. Kelas Coding Mengasah Kreativitas Anak Coding bukan sekadar menulis kode. Ini adalah cara anak untuk bercerita, membuat game, menghidupkan karakter, dan merancang dunia digital mereka sendiri. Lewat platform seperti Scratch atau Roblox Studio, ide-ide liar mereka bisa berubah jadi proyek nyata. Kreativitas ini juga membangun rasa percaya diri. Anak jadi tahu bahwa mereka bisa menciptakan sesuatu yang seru, menarik, dan orisinal. 3. Kelas Coding Menumbuhkan Ketekunan dan Percaya Diri Coding mengajarkan bahwa gagal itu hal biasa. Bahkan, kegagalan adalah bagian dari proses belajar. Saat kode tidak berjalan, anak-anak didorong untuk mencoba lagi. Dan lagi. Sampai berhasil. Lama-lama, mereka terbiasa berpikir: “Aku bisa memperbaikinya,” atau “Aku tahu cara mencari solusinya.” Pola pikir seperti ini sangat bermanfaat, baik di sekolah, olahraga, maupun dalam hubungan sosial. 4. Kelas Coding Memberikan Pembelajaran yang Terstruktur Tentu, anak bisa belajar sendiri dari video gratis di internet. Tapi kelas coding memberikan struktur yang jelas, sesuai usia dan tingkat kemampuan anak. Dengan bimbingan instruktur berpengalaman, mereka bisa bertanya, dapat dukungan, dan berkembang di lingkungan yang aman. Sama seperti belajar musik atau renang—punya pelatih itu sangat membantu. 5. Kelas Coding Membekali Anak untuk Masa Depannya Dunia kerja sedang berubah. Banyak pekerjaan yang akan ada di masa depan bahkan belum tercipta hari ini. Tapi satu hal pasti: teknologi akan jadi bagian besar dari semua bidang kerja. Dengan belajar coding, anak Anda punya modal awal yang kuat. Bahkan jika nantinya tidak menjadi programmer, mereka akan memahami cara kerja teknologi—pengetahuan yang sangat berguna di bidang apapun, dari kesehatan, bisnis, sampai seni. 6. Kelas Coding Melatih Anak untuk Bekerja Sama Banyak yang mengira coding itu pekerjaan individu. Padahal di kelas coding, anak-anak sering bekerja dalam tim. Mereka berbagi ide, membuat proyek bersama, dan memberi masukan satu sama lain. Hal ini melatih kemampuan komunikasi dan kerja sama mereka—dua soft skill penting yang akan dibutuhkan dalam karier apapun di masa depan. 7. Kelas Coding Itu Menyenangkan! Yang paling penting: coding itu seru! Kalau diajarkan dengan cara yang fun dan interaktif, anak-anak akan antusias setiap kali waktunya belajar. Mereka bisa membuat game, aplikasi, bahkan cerita digital sendiri. Jadi pencipta, bukan sekadar pengguna. Dan ketika anak belajar sambil bersenang-senang, mereka akan lebih semangat dan konsisten. 8. Mulai Dini Bikin Anak Makin Percaya Diri di Dunia Digital Seperti belajar bahasa atau alat musik, coding juga lebih mudah dipelajari sejak kecil. Anak-anak cenderung penasaran, berani mencoba, dan tidak takut salah. Mereka lebih cepat menyerap hal baru. Dengan mengenalkan coding sejak dini, Anda membantu anak membangun kepercayaan diri di dunia digital. Mereka tumbuh jadi generasi yang tidak hanya nyaman dengan teknologi, tapi juga mampu menggunakannya secara aktif dan kreatif. Gimana Cara Mulai Kelas Coding untuk Anak? Tenang, Anda tidak perlu jadi ahli teknologi untuk mendukung anak. Mulailah dari platform yang ramah anak seperti Scratch, di mana mereka bisa membuat program hanya dengan drag and drop. Tapi lebih baik lagi jika Anda mendaftarkan mereka ke kelas coding yang terstruktur, sesuai usia dan gaya belajar mereka. Kelas dengan pengajar sungguhan akan membantu mereka belajar lebih cepat dan efektif. Kenapa Pilih Timedoor Academy? Di Timedoor Academy, kami membuat belajar coding jadi menyenangkan dan bermakna. Kelas kami dirancang khusus untuk pemula, dengan proyek langsung, mentor yang ramah, dan ruang besar untuk bereksplorasi. Anak-anak akan membangun game, menyelesaikan tantangan, dan—yang terpenting—menikmati proses belajarnya. Ribuan orang tua di Indonesia dan luar negeri sudah merasakan manfaatnya. Sekarang giliran Anda! Ayo, bantu anak Anda menjelajahi dunia digital secara kreatif dan percaya diri. Daftarkan ke kelas coding atau coba trial gratis di Timedoor Academy hari ini!
Rekomendasi 10 HP Murah Untuk Anak
Rekomendasi 10 HP Murah untuk Anak 2025: Spesifikasi dan Harga
Di era digital saat ini, anak-anak semakin sering menggunakan gadget, terutama untuk kebutuhan belajar online dan komunikasi. Tak heran kalau banyak orang tua mulai mencari 10 HP murah untuk anak yang aman, berkualitas, dan tetap ramah di kantong. Namun, memilih HP untuk anak tidak semudah memilih untuk orang dewasa. Ada berbagai aspek yang perlu dipertimbangkan, mulai dari keamanan, fitur edukatif, hingga daya tahan baterai. Untuk Mama dan Papa yang sedang bingung mencari HP terbaik untuk anak, berikut ini adalah daftar 10 HP murah untuk anak 2025 lengkap dengan spesifikasi, harga, dan tips agar tidak salah pilih. Apa Saja Kriteria HP Murah untuk Anak Yang Cocok? Sebelum melihat daftar rekomendasi 10 HP murah untuk anak, penting untuk mengetahui kriteria yang sesuai agar pembelian tidak sia-sia. Berikut beberapa tips: Harga TerjangkauAnak-anak cenderung belum terlalu membutuhkan spesifikasi tinggi, jadi HP kelas entry-level sudah cukup. Pilih yang harganya di bawah Rp2 juta. Baterai Tahan LamaBaterai awet penting agar anak tidak bolak-balik charge saat belajar atau bermain. Ukuran Layar yang IdealLayar 6 inci atau lebih cukup nyaman untuk membaca, menonton video edukasi, atau membuka aplikasi belajar tanpa membuat mata cepat lelah. Fitur Keamanan & Parental ControlPenting agar orang tua bisa memantau dan membatasi akses aplikasi yang tidak sesuai usia. Banyak HP kini sudah mendukung kontrol orang tua langsung dari sistem Android. Desain Tangguh & RinganAnak-anak kadang ceroboh, jadi pilih HP dengan build yang kokoh atau bisa ditambah casing pelindung agar lebih awet. Berat HP juga sebaiknya ringan agar nyaman digenggam. 10 Rekomendasi HP Murah untuk Anak 2025 Berikut ini adalah 10 HP murah untuk anak yang direkomendasikan berdasarkan spesifikasi dan harganya yang bersahabat per April 2025: 1. Samsung Galaxy A05 Brand ternama ini tetap jadi pilihan utama berkat antarmuka yang ramah pemula. Harga: Rp1.399.000Layar: 6.7 inci PLS LCDRAM & Memori: 4GB/64GBBaterai: 5.000 mAh 2. Infinix Smart 8 Cocok untuk anak remaja yang mulai aktif belajar online dan video call. Harga: Rp1.299.000Layar: 6.6 inci IPS LCDRAM & Memori: 3GB/64GBBaterai: 5.000 mAh 3. Redmi A3 Performa ringan, ideal untuk anak usia SD yang baru pertama kali punya HP. Harga: Rp1.199.000Layar: 6.71 inci IPS LCDRAM & Memori: 3GB/64GBBaterai: 5.000 mAh 4. Realme Narzo 50A Prime Stylish dan cukup kuat untuk game ringan seperti Roblox atau Minecraft. Harga: Rp1.799.000Layar: 6.6 inci FHD+RAM & Memori: 4GB/64GBBaterai: 5.000 mAh 5. Itel S23 Storage besar untuk aplikasi belajar dan game edukatif tanpa lemot. Harga: Rp1.299.000Layar: 6.6 inci 90HzRAM & Memori: 4GB/128GBBaterai: 5.000 mAh 6. Advan GX Produk lokal dengan baterai besar dan RAM lega, pas untuk multitasking. Harga: Rp1.650.000Layar: 6.8 inci HD+RAM & Memori: 6GB/64GBBaterai: 5.200 mAh 7. Nokia C31 Tampilan bersih, cocok buat orang tua yang ingin HP simpel tanpa banyak iklan. Harga: Rp1.599.000Layar: 6.75 inciRAM & Memori: 4GB/64GBBaterai: 5.050 mAh 8. Tecno Spark Go 2024 Tampil modern, ringan, dan lancar untuk kebutuhan belajar sehari-hari. Harga: Rp1.399.000Layar: 6.6 inciRAM & Memori: 3GB/64GBBaterai: 5.000 mAh 9. Vivo Y02 Desain simpel dan nyaman digunakan oleh anak-anak SD atau SMP. Harga: Rp1.399.000Layar: 6.51 inciRAM & Memori: 3GB/32GBBaterai: 5.000 mAh 10. OPPO A17k Fitur kamera cukup mumpuni untuk anak yang suka belajar lewat video call. Harga: Rp1.699.000Layar: 6.56 inciRAM & Memori: 3GB/64GBBaterai: 5.000 mAh Tips Memilih HP Murah untuk Anak Berdasarkan Usia Usia 6 sampai 9 tahun sebaiknya menggunakan HP yang ringan dan mudah digunakan, dengan sistem operasi sederhana seperti Android Go. Pastikan aplikasi edukatif dan fitur pengawasan orang tua sudah tersedia sejak awal. Untuk anak usia 10 sampai 13 tahun yang mulai aktif menjelajah internet dan media belajar, pilih HP dengan RAM minimal 3GB agar lancar membuka beberapa aplikasi sekaligus. Sementara itu, anak usia 14 tahun ke atas biasanya lebih aktif secara digital, sehingga membutuhkan HP dengan penyimpanan lebih besar dan layar resolusi tinggi agar nyaman untuk multitasking dan video call. Memilih HP untuk anak memang bukan sekadar mencari harga murah, tapi juga tentang kenyamanan, keamanan, dan manfaatnya dalam mendukung proses belajar. Dengan memilih dari daftar 10 HP murah untuk anak di atas, Mama dan Papa bisa menyesuaikan sesuai usia, kebutuhan, dan anggaran keluarga. Untuk mendukung penggunaan HP agar lebih bermanfaat, daftarkan anak mengikuti kursus digital di Timedoor Academy. Tersedia sesi uji coba gratis satu kali kelas online untuk anak usia 8 hingga 15 tahun. Anak bisa belajar coding, animasi, desain, dan keterampilan digital lainnya dengan pengajar profesional dan metode interaktif yang menyenangkan dari rumah.
float button